HOME  ⁄  Nasional

Kodam Udayana Bantah Tudingan Intimidasi TNI dalam Polemik Pembangunan KDMP di Ende

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kodam Udayana Bantah Tudingan Intimidasi TNI dalam Polemik Pembangunan KDMP di Ende
Foto: (Sumber : Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution. ANTARA/HO-Penerangan Kodam Udayana.)

Pantau - Kodam IX/Udayana membantah tudingan adanya intimidasi terhadap warga, penggusuran paksa, hingga perusakan fasilitas sekolah oleh personel TNI AD dalam polemik pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Neowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

Penjelasan Kodam soal Insiden di Lokasi

Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menegaskan bahwa informasi mengenai tindakan kekerasan maupun intimidasi oleh personel TNI tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Tidak terdapat tindakan intimidasi, kekerasan fisik, maupun upaya penggusuran paksa oleh personel TNI terhadap masyarakat maupun fasilitas pendidikan di lokasi kejadian,” ungkapnya.

Menurut Amrizal, peristiwa yang viral bermula dari kendala teknis saat mobilisasi alat berat berupa ekskavator menuju lokasi pembangunan KDMP di lahan hibah masyarakat di belakang SDN Neowula.

Ia menjelaskan penyesuaian teknis dilakukan dengan memotong sebagian tiang penyangga di area akses jalan setelah berkoordinasi dengan Kepala Desa Neowula dan Komite Sekolah agar alat berat dapat melintas tanpa merusak bangunan utama sekolah.

Mediasi Dilakukan dan Pembangunan Dihentikan Sementara

Kepala Desa Neowula, Vinsensius Papa, juga menjelaskan bahwa akses yang digunakan berimpitan dengan bangunan sekolah sehingga diperlukan penyesuaian teknis yang nantinya akan diperbaiki kembali.

Amrizal menambahkan kehadiran Babinsa di lokasi merupakan permintaan kepala desa untuk membantu pengamanan dan memediasi warga agar situasi tetap kondusif.

Kodam IX/Udayana menyatakan seluruh aktivitas pembangunan KDMP di lokasi tersebut untuk sementara dihentikan guna memberi ruang bagi proses mediasi antara pihak-pihak terkait.

“Kami berkomitmen menjaga stabilitas keamanan wilayah serta memperkuat sinergi dengan seluruh komponen bangsa demi kelancaran pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Amrizal.

Selain menghentikan sementara pembangunan, pihak terkait telah memperbaiki kembali tiang yang mengalami penyesuaian teknis, merapikan area galian, serta mengeluarkan alat berat dari lokasi untuk menghindari kesalahpahaman lanjutan.

Penulis :
Ahmad Yusuf