HOME  ⁄  Nasional

MBG Perlu Perbaikan Tata Kelola, Dapur Aktif Diminta Tetap Berjalan

Oleh Khalied Malvino
SHARE   :

MBG Perlu Perbaikan Tata Kelola, Dapur Aktif Diminta Tetap Berjalan
Foto: Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung saat ditemui awak media di rumah dinasnya di Jakarta, Rabu (10/6/2026). (PANTAU/Khalied Malvino)

Pantau - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai perlu ditata ulang agar pelaksanaannya lebih efektif. Namun, langkah pembenahan tersebut diingatkan agar tidak mengganggu operasional dapur yang sudah berjalan di lapangan.

Wakil Ketua DPD RI Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Tamsil Linrung, menegaskan bahwa perbaikan tata kelola menjadi kunci utama dalam menjalankan program tersebut secara berkelanjutan.

Menurutnya, kebijakan penghentian atau penangguhan sejumlah dapur MBG justru berpotensi menimbulkan persoalan baru jika dilakukan tanpa perencanaan matang.

“Perlu ada pengelompokan yang jelas. Dapur yang sudah berjalan jangan tiba-tiba dihentikan karena bisa menimbulkan masalah baru, termasuk terkait fasilitas yang sudah terbangun,” ujar Tamsil dalam diskusi media di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Ia menilai langkah cepat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dalam melakukan pembenahan patut diapresiasi. Namun, upaya tersebut harus disertai dengan sistem pengelolaan yang transparan dan terstruktur.

Tamsil juga mengakui adanya berbagai persoalan dalam pelaksanaan MBG di lapangan. Ia bahkan menyinggung adanya dugaan praktik titipan dalam pengelolaan dapur yang perlu ditertibkan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa berbagai kendala tersebut tidak serta-merta menunjukkan kegagalan program. Berdasarkan pengamatannya, persoalan lebih banyak terjadi pada aspek implementasi di lapangan.

“Masalah yang muncul lebih pada pelaksanaan, bukan pada konsep programnya. Ini yang harus diluruskan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya ruang kritik terhadap program MBG, meskipun termasuk dalam kategori program strategis nasional. Menurutnya, kritik diperlukan untuk memastikan program berjalan lebih baik.

Selain itu, Tamsil menilai MBG memiliki dampak ekonomi yang luas, termasuk dalam membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Lebih jauh, ia menyatakan dukungannya terhadap berbagai program ekonomi kerakyatan yang tengah dijalankan pemerintah, seperti penguatan koperasi, pengembangan kampung nelayan, hingga program perumahan subsidi.

Menurutnya, seluruh program tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni memperkuat kemandirian ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Tamsil juga menyoroti pengelolaan sumber daya alam yang dinilai belum optimal dalam memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara.

“Ada banyak hal yang perlu dibenahi dalam tata kelola sumber daya alam agar manfaatnya bisa lebih maksimal bagi negara,” ujarnya.

Ia pun menyatakan keyakinannya bahwa berbagai program strategis yang dijalankan pemerintah merupakan bagian dari upaya mempercepat kemajuan bangsa.

Penulis :
Khalied Malvino