
Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Kabupaten Garut meluncurkan program Rel Ekonomi Rakyat melalui pengoperasian Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang pada layanan KA Cikuray di Stasiun Garut untuk mendukung mobilitas masyarakat serta memperkuat konektivitas sentra pertanian, perdagangan, UMKM, kawasan industri, dan pusat ekonomi.
Pengembangan Layanan untuk Petani, Pedagang, dan UMKM
Peluncuran tersebut menjadi bagian dari pengembangan layanan KA Cikuray yang selama ini melayani berbagai kebutuhan perjalanan masyarakat di lintas dengan karakter ekonomi yang beragam.
Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha KAI Rafli Yandra mengatakan, "Melalui layanan ini kami berharap mobilitas masyarakat, petani, pedagang, dan pelaku UMKM dapat semakin baik. Kehadiran Kereta Ekonomi Kerakyatan dan Kereta Petani-Pedagang diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi daerah yang tumbuh di sepanjang lintas yang dilayani KA Cikuray."
Dalam operasionalnya, KA Cikuray menggunakan rangkaian enam Kereta Ekonomi Kerakyatan dan satu Kereta Petani-Pedagang.
Kapasitas Kereta Ekonomi Kerakyatan ditingkatkan dari 80 menjadi 93 tempat duduk pada setiap kereta.
Sementara itu, Kereta Petani-Pedagang memiliki kapasitas sebanyak 73 tempat duduk.
Pengembangan sarana tersebut dilakukan oleh Insan KAI melalui Balai Yasa Manggarai dan Balai Yasa Surabaya Gubeng untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus menyediakan ruang yang lebih baik bagi petani, pedagang, dan pelaku UMKM.
Pelaksana Harian Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Aditya Karsa mengungkapkan, "Kehadiran layanan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas petani, pedagang, dan pelaku usaha rakyat. Selain mendukung distribusi hasil pertanian, layanan ini juga berkontribusi terhadap kelancaran rantai pasok pangan yang menjadi bagian penting dalam perekonomian daerah."
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyambut baik peluncuran program tersebut karena dinilai dapat mendukung pengembangan sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata di daerahnya.
Ia mengatakan, "Garut memiliki banyak produk unggulan yang lahir dari kerja keras masyarakat. Kehadiran layanan ini membuka peluang yang lebih luas untuk memperkenalkan potensi daerah, memperkuat akses pasar, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat."
Menurut Abdusy Syakur Amin, terpilihnya Garut sebagai lokasi pertama peluncuran program di Jawa Barat menjadi momentum penting bagi pengembangan ekonomi daerah.
Jumlah Pelanggan KA Cikuray Terus Meningkat
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan pengembangan layanan KA Cikuray dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat pada lintas Garut–Pasar Senen.
Data KAI mencatat KA Cikuray melayani 293.265 pelanggan pada 2022 yang kemudian meningkat menjadi 514.767 pelanggan pada 2023.
Jumlah pelanggan kembali naik menjadi 591.089 orang pada 2024 dan mencapai 615.723 orang sepanjang 2025.
Selama Januari hingga Mei 2026, KA Cikuray telah melayani 266.993 pelanggan sehingga secara kumulatif telah mengangkut lebih dari 2,2 juta pelanggan sejak mulai beroperasi.
Anne mengatakan, "Setiap daerah yang dilalui KA Cikuray memiliki karakter ekonomi yang berbeda. Ada sentra pertanian, pusat perdagangan, kawasan pendidikan, kawasan industri, hingga pusat aktivitas ekonomi nasional. Rel Ekonomi Rakyat hadir untuk memperkuat keterhubungan berbagai aktivitas tersebut melalui transportasi yang terjangkau, aman, dan nyaman."
KA Cikuray merupakan layanan kereta api Public Service Obligation (PSO) yang mendapat dukungan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
Tarif perjalanan untuk relasi terjauh Garut–Pasar Senen ditetapkan sebesar Rp45.000 agar dapat diakses masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi.
KA Cikuray melayani 12 stasiun pemberhentian yang meliputi Garut, Cibatu, Leles, Kiaracondong, Bandung, Cimahi, Purwakarta, Cikampek, Karawang, Cikarang, Bekasi, dan Pasar Senen.
Jalur tersebut menghubungkan sentra pertanian dan hortikultura di Garut, pusat perdagangan dan pendidikan di Bandung Raya, kawasan industri di Purwakarta, Karawang, dan Cikarang, hingga pusat aktivitas ekonomi nasional di Jakarta.
Anne menutup dengan mengatakan, “Melalui Rel Ekonomi Rakyat, KA Cikuray diharapkan dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat. Kereta api menjadi sarana yang mempertemukan berbagai aktivitas produktif, membuka akses yang lebih besar terhadap peluang ekonomi, serta memperkuat keterhubungan antardaerah yang dilaluinya.”
- Penulis :
- Shila Glorya





