
Pantau - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menjadikan Kota Tangerang sebagai lokus studi lapangan bagi 40 peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan XXIII karena dinilai memiliki berbagai keunggulan dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan inovasi birokrasi.
Penunjukan tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagakerjaan Kemenaker, Narsih, yang menyebut pemilihan Kota Tangerang dilakukan melalui proses kajian dan perbandingan dengan sejumlah daerah lainnya.
Narsih mengungkapkan, “Kota Tangerang memiliki banyak keunggulan. Salah satunya keberhasilan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 19 kali berturut-turut. Selain itu, penghargaan di bidang pelayanan publik, kepemimpinan daerah, manajemen birokrasi, sistem merit, serta berbagai inovasi yang dimiliki menjadi daya tarik tersendiri.”
Kota Tangerang Dinilai Layak Menjadi Lokus Pembelajaran
Keberhasilan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 19 kali berturut-turut menjadi salah satu faktor utama yang mendukung terpilihnya Kota Tangerang sebagai lokasi studi lapangan.
Berbagai penghargaan di bidang pelayanan publik, kepemimpinan daerah, manajemen birokrasi, sistem merit, serta inovasi pemerintahan juga menjadi pertimbangan dalam proses penunjukan tersebut.
Narsih menilai praktik-praktik baik yang diterapkan Pemerintah Kota Tangerang relevan untuk dipelajari oleh para peserta PKA yang terdiri atas pejabat administrator atau eselon III dari berbagai instansi pemerintah.
Ia juga mengungkapkan, “Setelah datang ke sini, ternyata Kota Tangerang jauh dari bayangan saya sebelumnya. Tata pemerintahannya luar biasa, lingkungannya tertata, dan berbagai fasilitas publiknya juga sangat baik.”
Peserta Berasal dari Berbagai Kementerian dan Lembaga
Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan studi lapangan yang melibatkan pejabat dari Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Para peserta dijadwalkan melakukan pembelajaran di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Tangerang, yaitu BKPSDM, DPMPTSP, DP3AP2KB, dan Diskominfo.
Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, menyatakan penunjukan Kota Tangerang sebagai lokus studi merupakan bentuk pengakuan atas berbagai inovasi dan praktik baik dalam tata kelola pemerintahan yang telah diterapkan.
Menurut Maryono, penerapan sistem merit yang dinilai baik dalam pengelolaan aparatur sipil negara (ASN) serta berbagai capaian Pemerintah Kota Tangerang turut mendukung terpilihnya daerah tersebut sebagai lokasi studi lapangan.
Maryono mengatakan, “Kami mendapatkan berbagai apresiasi atas tata kelola pemerintahan yang baik. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.”
- Penulis :
- Leon Weldrick





