
Pantau - Korea Aerospace Industries (KAI) menyatakan harapannya agar PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dapat menjadi bagian dari rantai pasok global jet tempur KF-21 Boramae dalam kelanjutan proyek pengembangan bersama antara Korea Selatan dan Indonesia.
KAI Ingin Perluas Kemitraan dengan PT Dirgantara Indonesia
Team Leader International Business Development, Asia Team 2 KAI Park Seonghee mengatakan pihaknya ingin memperkuat kerja sama strategis dengan PT DI di berbagai program pertahanan, termasuk pengembangan KF-21.
Ia mengungkapkan, “Kami ingin terus memperluas kemitraan ini. Kami berharap PT DI dapat menjadi mitra yang kuat dan menjadi bagian dari rantai pasok global kami.”
Menurut Park, KAI dan PT DI telah menandatangani perjanjian kerja sama strategis yang mencakup program KF-21, pesawat latih dasar KT-1B, serta sejumlah program rotary aircraft.
Ia juga mengatakan, “Terkait program KT-1, kami juga berencana memindahkan lini produksi ke Indonesia sehingga fasilitas produksi di Indonesia dapat digunakan untuk mendukung program ekspor tambahan di masa depan.”
Pembahasan Pengadaan dan Transfer Teknologi Terus Berlanjut
Director International Business Development Asia KAI Jo Junhyun menyampaikan bahwa sebagian besar pekerjaan penguatan struktur pesawat KT-1B telah dikerjakan oleh PT DI.
Ia menambahkan, “Saat ini pembicaraan masih berfokus pada tahap pertama. Namun, kami juga telah memperluas diskusi mengenai pengadaan tambahan KF-21 di masa mendatang. Kami memiliki komitmen yang kuat untuk terus memperluas kerja sama dengan Indonesia.”
Dalam proyek tersebut, satu dari enam purwarupa KF-21 telah disepakati akan dikirim ke Indonesia, sementara KAI berharap pemerintah Indonesia nantinya melakukan pengadaan hingga 48 unit pesawat.
Kerja sama pengembangan KF-21 dimulai sejak 2015 dengan skema berbagi biaya pengembangan antara Korea Selatan dan Indonesia sebagai imbalan transfer teknologi, prototipe, dan ketentuan lainnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





