HOME  ⁄  Nasional

Brian Yuliarto dan Delegasi Australia Perkuat Kemitraan Riset serta Pendidikan Tinggi untuk Pembangunan Berkelanjutan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Brian Yuliarto dan Delegasi Australia Perkuat Kemitraan Riset serta Pendidikan Tinggi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Foto: Pertemuan antara delegasi Australia bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto di Jakarta, Rabu 10/6/2026 (sumber: Kemdiktisaintek)

Pantau - Menteri Brian Yuliarto menerima kunjungan kehormatan delegasi Australia untuk memperkuat kemitraan strategis di bidang riset dan pendidikan tinggi sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penguatan kerja sama di sektor pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan inovasi.

Penguatan Kemitraan Pendidikan dan Riset

Brian Yuliarto menyampaikan bahwa kerja sama Indonesia dan Australia selama ini telah memberikan kontribusi penting dalam pengembangan talenta Indonesia melalui berbagai program pendidikan dan beasiswa.

Ia mengungkapkan, “Pada dasarnya kami ingin membangun kemitraan yang lebih erat dengan universitas-universitas Australia agar mampu menghasilkan pendidikan dan penelitian berkelas dunia, sekaligus memperkuat kapasitas inovasi dan daya saing Indonesia.”

Brian berharap terwujud kerja sama yang lebih terintegrasi antara pendidikan tinggi, penelitian, dan inovasi dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Menurutnya, sinergi tersebut diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat pada masa mendatang.

Ia juga menyampaikan sejumlah prioritas pembangunan nasional yang memerlukan dukungan dari sektor pendidikan tinggi, sains, dan teknologi.

Prioritas tersebut meliputi penguatan ketahanan energi nasional, ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, serta hilirisasi industri.

Terkait sektor energi, Brian mengatakan, “Pada sektor energi, Indonesia mendorong penguatan kemandirian energi nasional melalui pengembangan teknologi energi yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan, serta peningkatan pemanfaatan hasil riset dan inovasi untuk mendukung transisi energi.”

Peluang Kolaborasi dan Pengembangan Beasiswa

Menanggapi hal tersebut, Tony Haymet menyatakan bahwa terdapat banyak peluang untuk memperkuat kerja sama di bidang sains, riset, dan inovasi.

Peluang tersebut mencakup penguatan infrastruktur riset antara kedua negara, peningkatan investasi dalam penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D), pemanfaatan hasil riset untuk mendukung pembangunan, serta penguatan kemitraan antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan pemerintah.

Tony Haymet juga menegaskan komitmen Australia terhadap kerja sama pendidikan melalui program Australia Awards Scholarships.

Program tersebut setiap tahun menyediakan lebih dari 760 beasiswa bagi mahasiswa Indonesia, termasuk 10 beasiswa pascasarjana yang diperuntukkan bagi kepala sekolah dan guru Sekolah Garuda.

Kedua pihak turut membahas pengembangan desain baru Australia Awards pasca-2027 yang diarahkan untuk memperluas format beasiswa, memperkuat kemitraan kelembagaan, dan menyesuaikan program dengan prioritas strategis kedua negara.

Selain isu beasiswa, pertemuan tersebut membahas peluang keterlibatan ilmuwan terkemuka Australia, termasuk peraih Nobel, dalam forum ilmiah dan konferensi internasional di Indonesia.

Kehadiran para ilmuwan tersebut diharapkan dapat memperkuat jejaring akademik dan kolaborasi riset antara Indonesia dan Australia.

Kunjungan Chief Scientist Australia ke Indonesia juga menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi sains melalui dialog kebijakan, pertukaran pengetahuan, dan penjajakan kolaborasi riset strategis yang mendukung pembangunan berkelanjutan serta peningkatan ketahanan nasional.

Penulis :
Arian Mesa