
Pantau - Kementerian Agama (Kemenag) RI mulai melaksanakan pembangunan baru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 05 Pidie Jaya di Aceh setelah sekolah tersebut hilang diterjang banjir bandang pada Rabu dini hari, 26 November 2025, dengan proyek relokasi yang didukung anggaran Rp12 miliar dan ditargetkan rampung pada 2026.
Proses Relokasi dan Tahap Pembangunan
MIN 05 Pidie Jaya yang sebelumnya berada di Desa Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, hilang akibat banjir bandang yang mengubah kawasan di sekitar daerah aliran Sungai (DAS) Meureudu menjadi aliran sungai sehingga tidak memungkinkan pembangunan kembali di lokasi semula.
Setelah bencana tersebut, bangunan madrasah hanya menyisakan pondasi pagar depan sepanjang sekitar lima meter.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Aceh, Azhari, mengatakan, "Tahapan pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya ini sudah berlangsung sekitar sebulan lalu."
Pembangunan baru dilakukan di atas lahan seluas 6.200 meter persegi yang berlokasi sekitar 300 meter dari sekolah lama di kawasan persawahan sekitar.
Lahan untuk relokasi merupakan tanah hibah dari sejumlah masyarakat Aceh, termasuk Nur Azizah yang merupakan istri mantan Kepala Kanwil Kemenag Aceh periode 2014–2020.
Azhari mengungkapkan, "Pembangunan MIN ini sekarang baru tahap penimbunan tanah, sekitar 70 persen yang sudah tertimbun."
Penimbunan tanah tersebut terlaksana berkat bantuan swadaya masyarakat serta dukungan Pemerintah Aceh melalui Dinas Perkim, Satgas PRR Sumatera, dan Kanwil Kemenag Aceh.
Dukungan Masyarakat dan Target Penyelesaian
Pembangunan gedung baru beserta penyediaan seluruh peralatan dan meubelair MIN 05 Pidie Jaya direncanakan selesai pada tahun 2026 dengan dukungan anggaran sebesar Rp12 miliar dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag RI.
Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh turut berkontribusi dengan menyiapkan master plan gedung baru madrasah tersebut.
Azhari menyampaikan, "Alhamdulillah MIN 05 Pidie Jaya segera dibangun, terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, terutama masyarakat yang telah ikhlas menghibahkan tanahnya."
Sementara itu, Sesdirjen Pendis Kemenag, Dr Arskal Salim, memberikan apresiasi kepada masyarakat Aceh atas dukungan terhadap relokasi fasilitas pendidikan agama tersebut.
Ia menyatakan, “Kita sangat mengapresiasi, karena dari tiga provinsi terdampak, hanya masyarakat Aceh yang menghibahkan tanah untuk relokasi madrasah dan KUA.”
- Penulis :
- Leon Weldrick





