
Pantau - Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban atas dugaan kebocoran soal ujian nasional yang memicu gelombang protes pemuda di berbagai wilayah India.
Pengunduran Diri Akhiri Tuntutan Demonstran
Aksi protes yang dipimpin gerakan Cockroach Janta Party (CJP) menuntut pengunduran diri menteri pendidikan, pertanggungjawaban pemerintah, serta penyelesaian dampak skandal ujian nasional.
Pradhan mengatakan, "Situasi itu juga tidak boleh dimanfaatkan oleh kekuatan anti-nasional".
Pradhan menyatakan dirinya bertanggung jawab secara moral atas ketidakberesan dalam pelaksanaan ujian masuk kedokteran nasional pada Mei lalu.
Ujian National Eligibility-cum-Entrance Test yang diikuti lebih dari 2,2 juta peserta akhirnya dibatalkan setelah dugaan kebocoran soal terungkap dan pemerintah menggelar ujian ulang pada Juni.
Menurut laporan, lebih dari 10 siswa mengakhiri hidup mereka di tengah kontroversi yang menyelimuti pelaksanaan ujian tersebut.
Pemerintah Janjikan Penyelesaian Krisis
Perdana Menteri Narendra Modi sebelumnya menegaskan pihak yang bertanggung jawab atas kebocoran soal akan dikenai hukuman tegas dan pemerintah terus melakukan negosiasi dengan CJP untuk mengakhiri aksi protes.
CJP mengumumkan penghentian demonstrasi setelah pemerintah menjanjikan pencabutan perkara pidana terhadap para pengunjuk rasa dan tidak akan mengambil langkah hukum lanjutan terhadap peserta aksi.
Gerakan tersebut juga menyebut kompensasi akan diberikan kepada keluarga siswa yang terdampak kontroversi ujian masuk kedokteran nasional.
Aktivis lingkungan Sonam Wangchuk yang bergabung dalam aksi sejak 28 Juni turut mengakhiri mogok makan selama 26 hari setelah perkembangan tersebut.
CJP yang didirikan Abhijeet Dipke berkembang menjadi gerakan pemuda berskala nasional yang melibatkan pelajar, orang tua, dan kalangan profesional untuk menuntut akuntabilitas yang lebih besar dalam sistem pendidikan India.
- Penulis :
- Gerry Eka





