HOME  ⁄  Nasional

Lembaga Riset Menilai Hilirisasi dan DHE Memperkuat Nasionalisme Ekonomi Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Lembaga Riset Menilai Hilirisasi dan DHE Memperkuat Nasionalisme Ekonomi Indonesia
Foto: (Sumber :Direktur PoliEco Digital Insight Institute (PEDAS) Anthony Leong. ANTARA/HO-PEDAS.)

Pantau - Lembaga Riset dan Analisis Media Digital PoliEco Digital Insight Institute (PEDAS) menilai kebijakan hilirisasi industri, penguatan devisa hasil ekspor (DHE), dan tata kelola sumber daya alam yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencerminkan upaya memperkuat nasionalisme ekonomi Indonesia.

PEDAS Sebut Kebijakan Berpihak pada Kepentingan Nasional

Direktur PEDAS Anthony Leong mengatakan nasionalisme ekonomi bertujuan memastikan kekayaan nasional dan sumber daya strategis dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Ia mengungkapkan, “Nasionalisme ekonomi bukan berarti menutup diri dari dunia internasional. Nasionalisme ekonomi adalah memastikan bahwa kekayaan nasional, devisa nasional, dan sumber daya strategis nasional dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Inilah yang sedang dibangun pemerintah Presiden Prabowo saat ini.”

Menurut PEDAS, komoditas seperti batu bara, kelapa sawit (crude palm oil atau CPO), dan ferroalloy yang masuk dalam tahap awal skema tata kelola ekspor strategis memiliki nilai ekspor lebih dari 66 miliar dolar Amerika Serikat per tahun atau sekitar seperempat dari total ekspor nasional.

Anthony menilai kebijakan tersebut memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang melalui peningkatan nilai tambah sumber daya alam, penerimaan negara, dan ketahanan sektor keuangan nasional.

Ia menyatakan, “Pertanyaannya bukan apakah ada pihak yang berbeda pandangan terhadap kebijakan pemerintah. Dalam ekonomi politik itu hal yang biasa. Yang lebih penting adalah apakah kebijakan tersebut memperkuat kepentingan nasional Indonesia, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan memperbesar manfaat ekonomi dari kekayaan alam yang kita miliki. Dalam konteks itulah kebijakan ini harus dinilai.”

Penguatan DHE Dinilai Dukung Stabilitas Ekonomi Jangka Panjang

PEDAS menilai penguatan DHE, hilirisasi, dan tata kelola ekspor strategis dapat meningkatkan stabilitas nilai tukar, likuiditas perbankan, serta kapasitas pembiayaan pembangunan nasional karena lebih banyak devisa berada dalam sistem keuangan domestik.

Anthony mengatakan, “Kami melihat pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai dinamika yang berkembang di ruang publik. Dalam konteks geoekonomi global, setiap negara yang berupaya memperkuat kedaulatan ekonominya akan menghadapi tantangan, baik dari faktor internal maupun eksternal.”

Ia menambahkan, “Karena itu, yang dibutuhkan adalah ketenangan, objektivitas, dan keberanian untuk melihat kepentingan nasional dalam perspektif jangka panjang.”

PEDAS juga berpandangan hilirisasi memungkinkan Indonesia tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga mengembangkan industri pengolahan yang menciptakan nilai tambah, lapangan kerja berkualitas, dan daya saing nasional.

Anthony menegaskan kebijakan tata kelola ekspor sumber daya alam, penguatan DHE, dan hilirisasi merupakan implementasi amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 untuk memanfaatkan kekayaan alam sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Penulis :
Ahmad Yusuf