
Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengimbau masyarakat di Sulawesi Tenggara untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai guntur dan angin kencang hingga 19 Juni 2026.
Dinamika Atmosfer Tingkatkan Peluang Hujan Lebat
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari Faizal Habibie menjelaskan kondisi tersebut dipicu oleh sejumlah faktor atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan.
“Terdeteksi adanya shearline atau perlambatan massa udara di wilayah Sulawesi Tenggara. Kondisi ini didukung oleh suhu permukaan laut yang hangat dengan anomali positif,” ungkapnya.
Ia menambahkan, “Faktor-faktor tersebut secara signifikan mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Sulawesi Tenggara.”
BMKG juga mencatat adanya konsentrasi massa udara basah di lapisan rendah serta indeks labilitas lokal yang kuat sehingga mempercepat proses pembentukan awan.
Sejumlah Wilayah Berpotensi Terdampak
Berdasarkan prakiraan BMKG, pada 13 Juni potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Kabupaten Konawe, Konawe Utara, Kolaka, dan Kolaka Utara.
Potensi cuaca ekstrem pada 15 Juni diprakirakan terjadi di Kabupaten Konawe, kemudian bergeser ke Kolaka dan Kolaka Timur pada 16 Juni, meluas ke Konawe, Konawe Utara, dan Kolaka Timur pada 17 Juni, serta berlanjut di Kolaka, Kolaka Utara, dan Kolaka Timur hingga 19 Juni.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat angin kencang.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





