
Pantau - Harapan masyarakat di 13 pulau di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar, untuk memperoleh fasilitas transportasi laut akhirnya terwujud melalui peluncuran Pete-pete Laut yang diresmikan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin pada Jumat, 12 Juni, di Dermaga Pulau Barrang Lompo.
Program Pete-pete Laut menyediakan layanan transportasi laut gratis menggunakan KM Banawa Nusantara 27 sebagai upaya meningkatkan konektivitas antarpulau bagi masyarakat Kepulauan Spermonde.
Pete-pete merupakan istilah khas di Makassar yang digunakan untuk menyebut angkutan kota sehingga kehadiran Pete-pete Laut menjadi bentuk adaptasi layanan transportasi bagi wilayah kepulauan.
Simbol Konektivitas dan Pemenuhan Komitmen
Kehadiran Pete-pete Laut tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi simbol pemenuhan janji politik kepada masyarakat kepulauan.
Program tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mengurangi kesenjangan akses transportasi bagi warga di wilayah kepulauan.
Bagi masyarakat Kepulauan Spermonde, laut yang selama ini menjadi pembatas fisik kini berubah menjadi jalur penghubung berkat hadirnya layanan transportasi tersebut.
Peresmian Pete-pete Laut juga disebut sebagai hasil dari proses perjuangan yang panjang dan bukan sesuatu yang terjadi secara instan.
Program ini dipandang sebagai wujud semangat nasionalisme yang memastikan masyarakat di wilayah terpencil tetap memperoleh pelayanan dan perhatian negara.
Mobilitas Warga Kepulauan Diharapkan Meningkat
Selama bertahun-tahun, kehidupan masyarakat di kawasan Selat Makassar menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan masyarakat di wilayah daratan karena laut menjadi sumber kekayaan alam sekaligus hambatan dalam akses transportasi.
Bagi warga Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, perjalanan antarpulau merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari untuk mendukung aktivitas pelajar, guru, tenaga kesehatan, hingga masyarakat yang ingin bersilaturahmi dengan keluarga di pulau lain.
Peluncuran program transportasi laut gratis oleh Pemerintah Kota Makassar menjadi babak baru dalam meningkatkan mobilitas masyarakat kepulauan.
Rosdiana, warga Pulau Barrang Lompo, mengungkapkan, “Masya Allah, ini sangat membantu sekali untuk masyarakat pergi antara pulau satu dan pulau lain. Apalagi ini gratis. Kami sangat berterima kasih kepada Pak Wali Kota.”
Pernyataan Rosdiana tersebut menggambarkan rasa syukur dan kebahagiaan masyarakat atas hadirnya layanan transportasi laut gratis yang dinilai mewakili aspirasi ribuan warga kepulauan yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan transportasi antarpulau.
Secara keseluruhan, Pete-pete Laut diharapkan menjadi jembatan harapan yang memperkuat konektivitas, memperlancar aktivitas masyarakat, dan meningkatkan kualitas hidup warga di wilayah kepulauan Kota Makassar.
- Penulis :
- Gerry Eka





