HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Mendorong Percepatan Roadmap Kemandirian Susu Nasional untuk Mengurangi Ketergantungan Impor

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemerintah Mendorong Percepatan Roadmap Kemandirian Susu Nasional untuk Mengurangi Ketergantungan Impor
Foto: (Sumber : Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq berbicara dalam Peringatan Hari Susu Nusantara 2026 di Jakarta, Minggu (14/6/2026)

Pantau - Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mendorong percepatan penyusunan dan pelaksanaan roadmap kemandirian susu nasional guna mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan pangan berbasis protein hewani saat menghadiri Peringatan Hari Susu Nusantara 2026 di Jakarta pada Minggu, 14 Juni 2026.

Percepatan Roadmap dari Hulu hingga Hilir

Hanif menegaskan roadmap kemandirian susu nasional harus disusun dan dijalankan secara terintegrasi mulai dari sektor hulu hingga hilir.

Ia mengungkapkan, “Langkah kita semua, kegotongroyongan kita semua, untuk segera menyelesaikan roadmap dari produksi susu mulai dari hulu dan hilir, segera wajib kita lakukan.”

Menurut Hanif, percepatan tersebut diperlukan karena kebutuhan susu masyarakat Indonesia masih didominasi oleh pasokan dari luar negeri.

Saat ini Indonesia hanya mampu memproduksi sekitar 1 juta ton susu per tahun secara mandiri.

Sementara itu, kebutuhan susu nasional mencapai sekitar 4 juta ton per tahun.

Ia menyatakan, “Itu hampir 80 persen lebih diperoleh dari impor. Maka langkah-langkah kita semua untuk segera menyelesaikan roadmap dari produksi susu.”

Ketergantungan yang tinggi terhadap impor menunjukkan bahwa ketahanan sektor persusuan nasional masih perlu diperkuat.

Kolaborasi dan Riset Jadi Kunci Penguatan Industri

Hanif menilai peningkatan produksi susu dalam negeri penting untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Indonesia sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi para peternak lokal.

Ia menegaskan pengembangan industri susu nasional membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga riset, dan masyarakat.

Peran riset dinilai penting untuk menghasilkan sapi perah yang lebih adaptif terhadap kondisi iklim tropis Indonesia.

Dengan sapi yang lebih sesuai dengan kondisi lokal, produktivitas susu diharapkan dapat meningkat.

Pendekatan berbasis ilmu pengetahuan juga dipandang mampu menciptakan sistem peternakan yang lebih efisien dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Selain meningkatkan produksi, pemerintah turut mendorong hilirisasi industri susu untuk meningkatkan daya saing serta memperbesar manfaat ekonomi bagi para pelaku usaha.

Hanif menilai integrasi antara sektor hulu dan hilir menjadi kunci dalam membangun ekosistem persusuan nasional yang kuat dan mampu memenuhi kebutuhan susu domestik secara lebih optimal.

Ia optimistis percepatan roadmap kemandirian susu nasional akan memperkuat ketahanan pangan Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Penulis :
Gerry Eka