
PANTAU- Perum Bulog Kantor Wilayah Maluku dan Maluku Utara mendorong peningkatan teknologi pascapanen bagi petani di Pulau Seram dan Pulau Buru guna meningkatkan produktivitas pengolahan hasil panen serta mendukung penyerapan gabah dan beras di kedua wilayah tersebut.
Bulog Soroti Keterbatasan Mesin Pascapanen
Dorongan tersebut disampaikan Pimpinan Kanwil Bulog Maluku dan Maluku Utara Rudy Senawi Tahir setelah melakukan monitoring ke sejumlah sentra produksi padi di Pulau Seram dan Pulau Buru.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa salah satu kendala utama yang dihadapi petani adalah penggunaan mesin pascapanen yang masih relatif sederhana.
Kondisi tersebut menyebabkan proses pengolahan gabah menjadi beras di tingkat penggilingan berlangsung lebih lambat dan dinilai memengaruhi efisiensi pengolahan hasil panen.
Bulog menilai keterbatasan teknologi pascapanen juga berpotensi mengurangi nilai tambah yang dapat diterima para petani sehingga diperlukan perhatian terhadap peningkatan sarana dan peralatan pendukung.
Penyerapan Beras Capai Hampir 70 Persen Target
Rudy berharap petani memperoleh dukungan alat dan mesin pertanian yang lebih modern agar proses pengolahan hasil panen menjadi lebih cepat dan efisien.
“Dengan begitu, hasil panen petani dapat lebih optimal terserap dan memiliki nilai tambah yang lebih baik,” ungkapnya.
Perum Bulog Kanwil Maluku dan Maluku Utara juga terus mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.
Hingga Juni 2026, realisasi penyerapan setara beras di wilayah Maluku dan Maluku Utara telah mencapai hampir 70 persen dari target tahunan sebesar 5.000 ton.
Menurut Rudy, capaian tersebut menunjukkan potensi produksi pangan di daerah cukup baik dan perlu terus diperkuat melalui penguatan infrastruktur serta teknologi pascapanen untuk meningkatkan produktivitas petani secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Gerry Eka





