
Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat ekosistem kopi di Kabupaten Magelang melalui implementasi hasil riset dan inovasi guna meningkatkan produktivitas, kualitas, serta daya saing produk kopi di pasar.
BRIN Dorong Hilirisasi dan Inovasi Produk Kopi
Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat dan UMKM BRIN, Driszal Fryantoni, menjelaskan program tersebut merupakan bagian dari Program Pendampingan UMKM Berbasis Iptek (PUMI) dan BRIN Goes to Society.
Ia mengungkapkan, “Inovasi tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga menciptakan nilai tambah melalui pengolahan, diversifikasi produk, dan penguatan daya saing usaha. Riset harus hadir sebagai solusi yang mampu meningkatkan produktivitas, kualitas produk, nilai tambah usaha, dan kesejahteraan masyarakat.”
BRIN juga menyerahkan bibit kopi unggul hasil riset kepada Pemerintah Kabupaten Magelang serta mendorong penerapan Good Agricultural Practices (GAP), termasuk pemilihan varietas yang sesuai, pengelolaan kebun, pemangkasan, pengendalian penyakit, dan pemetikan buah merah secara selektif.
Pemanfaatan Cascara dan Dukungan Pemerintah Daerah
Peneliti Pusat Riset Teknologi Proses Pangan BRIN, Nendyo Adhi Wibowo, memperkenalkan inovasi pengolahan kulit buah kopi atau cascara menjadi produk bernilai tambah seperti cascara tea, kopi herbal, dan minuman fermentasi.
Ia mengatakan, “Melalui teknologi pengolahan yang tepat, cascara dapat diolah menjadi produk pangan bernilai tambah, seperti cascara tea, kopi herbal, dan minuman fermentasi. Salah satunya adalah kopi Binturong yang berbeda dengan kopi Luwak.”
Sementara itu, Bupati Magelang Grengseng Pamuji menegaskan pentingnya pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dalam pengembangan sektor kopi daerah.
Ia menyampaikan, “Investasi pada riset mungkin belum menjadi program yang paling populer, namun hasil riset dan inovasi dapat menghasilkan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Pemerintah Kabupaten Magelang berkomitmen menjadikan ilmu pengetahuan dan inovasi sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.”
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





