HOME  ⁄  Nasional

UNP Paparkan Kekuatan Kota Padang untuk Wujudkan Status UNESCO Gastronomy City pada 2027

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

UNP Paparkan Kekuatan Kota Padang untuk Wujudkan Status UNESCO Gastronomy City pada 2027
Foto: (Sumber :Pekerja memasak rendang menggunakan tungku kayu api bakar di salah satu rumah makan di Kota Padang, Sumatera Barat. ANTARA/Muhammad Zulfikar.)

Pantau - Universitas Negeri Padang (UNP) memaparkan sejumlah kekuatan dan modal yang dimiliki Kota Padang, Sumatera Barat, untuk mendukung upaya menjadi UNESCO Gastronomy City pada 2027 melalui penyusunan peta jalan gastronomi 2026–2030.

Kuliner dan Budaya Jadi Modal Utama

Perwakilan tim ahli penyusunan peta jalan gastronomi dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNP, Haris Satria, mengungkapkan, “Terdapat sejumlah kekuatan utama yang menjadi modal Padang menuju UNESCO Gastronomy City.”

Menurut Haris, kekuatan tersebut meliputi kuliner Padang yang telah mendunia, kawasan heritage Kota Tua Padang, keberagaman etnis yang membentuk akulturasi budaya, serta tradisi makan bajamba yang mencerminkan nilai kebersamaan dan diplomasi budaya masyarakat Minangkabau.

Ia juga mengatakan, “Yang ingin kita tunjukkan bukan hanya makanannya, tetapi ekosistem gastronominya.”

Ekosistem yang dimaksud mencakup tradisi, budaya, pelaku usaha, komunitas, akademisi, hingga dukungan pemerintah yang bersama-sama menjaga dan mengembangkan warisan gastronomi daerah.

Kolaborasi Pentaheliks Perkuat Pengajuan ke UNESCO

Peta jalan gastronomi 2026–2030 disusun sebagai arah strategis pengembangan gastronomi Kota Padang secara berkelanjutan sekaligus menjadi dasar pengajuan ke UNESCO Creative Cities Network (UCCN).

UNP menilai kolaborasi pentaheliks yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, media, dan pelaku usaha menjadi faktor penting karena UNESCO tidak hanya menilai kekayaan kuliner, tetapi juga komitmen para pemangku kepentingan dalam menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan gastronomi sebagai identitas kota.

LPPM UNP berperan mendukung penyusunan peta jalan berbasis kajian ilmiah dan data akademik untuk memperkuat landasan pengembangan gastronomi Kota Padang.

Keterlibatan perguruan tinggi tersebut juga mendukung pencapaian sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), termasuk pendidikan berkualitas, pertumbuhan ekonomi melalui ekonomi kreatif berbasis kuliner, pelestarian warisan budaya, serta kemitraan lintas sektor dalam mewujudkan Padang sebagai UNESCO Gastronomy City pada 2027.

Penulis :
Aditya Yohan