
Pantau - Presiden RI Prabowo Subianto menyepakati penguatan kemitraan ketenagakerjaan dengan Jerman di sektor teknologi tinggi dan bidang keperawatan saat menerima kunjungan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin.
Pertemuan bilateral tersebut menjadi bagian dari pembahasan kemitraan strategis Indonesia dan Jerman di berbagai sektor penting, termasuk ekonomi, investasi, transisi energi, ketahanan energi, pendidikan, dan ketenagakerjaan.
Penguatan Kerja Sama Ketenagakerjaan
Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas penandatanganan Letter of Intent mengenai Global Skills Partnership di bidang keperawatan sebagai langkah memperkuat kerja sama tenaga kerja kesehatan antara kedua negara.
Presiden Prabowo mengatakan, “Di bidang tenaga kerja kesehatan, kami sangat apresiasi penandatanganan Letter of Intent mengenai Global Skills Partnership di bidang keperawatan. Indonesia juga ingin memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di Jerman termasuk di sektor teknologi tingkat tinggi.”
Pemerintah Indonesia juga berupaya memperluas kesempatan kerja bagi tenaga kerja Indonesia di Jerman, khususnya pada sektor teknologi tinggi sebagai bagian dari pengembangan kemitraan ketenagakerjaan.
Dukungan bagi UMKM dan Investasi
Selain membahas sektor ketenagakerjaan formal, kedua kepala negara turut memberikan perhatian terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui implementasi program Partnering in Business with Germany.
Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelaku usaha sekaligus memperkuat daya saing UMKM Indonesia di pasar yang lebih luas.
Peningkatan kapasitas pelaku usaha dan pemantapan komitmen investasi komparatif dijadwalkan akan ditindaklanjuti secara resmi dalam waktu dekat.
Indonesia juga dijadwalkan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Joint Economic and Investment Committee yang kedua pada tahun 2026.
Kerja sama komprehensif Indonesia dan Jerman turut dijalankan melalui skema Competitiveness Industrial Modernization and Trade Acceleration Program (CITA).
Pertemuan bilateral di Jakarta tersebut juga menjadi momentum awal dalam menyambut peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jerman yang akan diperingati pada 2027.
- Penulis :
- Shila Glorya





