billboard mobile
HOME  ⁄  Nasional

Pacuan Kuda Tradisional Gayo Kembali Digelar di Aceh sebagai Simbol Solidaritas Pascabanjir

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pacuan Kuda Tradisional Gayo Kembali Digelar di Aceh sebagai Simbol Solidaritas Pascabanjir
Foto: (Sumber :Para peserta memacu kuda pada ajang pacuan kuda tradisional Gayo di Arena Pacuan Kuda Belang Bebangka, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Indonesia, 14 Juni 2026. ANTARA/Xinhua/Fachrul Reza.)

Pantau - Pacuan kuda tradisional Gayo kembali digelar di Arena Pacuan Kuda Belang Bebangka, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus wujud solidaritas bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang pada akhir November 2025.

Tradisi Bersejarah yang Tetap Dilestarikan

Pacuan kuda tradisional di Dataran Tinggi Gayo merupakan tradisi yang telah berlangsung sejak masa kolonial Belanda dan hingga kini terus dipertahankan oleh masyarakat setempat.

Keunikan ajang tersebut terlihat dari para joki yang didominasi remaja berusia antara 10 hingga 15 tahun, sehingga menjadi ciri khas yang membedakannya dari perlombaan pacuan kuda di daerah lain.

Penyelenggaraan tahun ini berlangsung di Arena Pacuan Kuda Belang Bebangka, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, pada 14 Juni 2026.

Digelar sebagai Bentuk Dukungan bagi Korban Banjir Bandang

Selain menjadi agenda pelestarian budaya, perlombaan tahun ini juga diselenggarakan sebagai bentuk solidaritas dan dukungan bagi masyarakat Gayo yang terdampak banjir bandang pada akhir November 2025.

Rangkaian kegiatan menampilkan persiapan kuda hingga jalannya perlombaan yang menarik perhatian masyarakat dan menjadi bagian dari tradisi yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Pelaksanaan pacuan kuda tradisional Gayo diharapkan dapat menjaga keberlangsungan warisan budaya sekaligus memperkuat semangat kebersamaan masyarakat Aceh.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Kemenkeu 2026