HOME  ⁄  Nasional

Parade Seribu Dulang di Lombok Timur Digelar untuk Lestarikan Budaya dan Perkuat Kebersamaan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Parade Seribu Dulang di Lombok Timur Digelar untuk Lestarikan Budaya dan Perkuat Kebersamaan
Foto: (Sumber :Peserta parade seribu dulang yang digelar Pemkab Lombok Timur Provinsi NTB dalam rangka Festival 1 Muharram, 16-26 Juni 2026 di Lombok Timur, Selasa (16/6/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkab Lombok Timur..)

Pantau - Wakil Bupati Lombok Timur Moh Edwin Hadiwijaya menyatakan parade seribu dulang dalam Festival 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi upaya melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Festival 1 Muharram Angkat Tradisi dan UMKM

Festival 1 Muharram yang berlangsung di Gelanggang Olahraga Selong pada 16–21 Juni 2026 menghadirkan berbagai kegiatan keagamaan, budaya, pameran pembangunan, bazar UMKM, hiburan rakyat, hingga parade 1.000 dulang.

“Parade seribu dulang ini menjadi ikon dari kegiatan Tahun Baru hijriah,” ungkap Moh Edwin Hadiwijaya.

Ia menambahkan, “Kekompakan, rasa kepedulian, kebersamaan dan semangat gotong royong tersebut menjadi modal dalam mengatasi tantangan pembangunan ke depan.”

Tradisi Jadi Simbol Persatuan Masyarakat

Pemerintah daerah berharap Festival 1 Muharram dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat semangat persatuan dan keamanan untuk mendukung pembangunan daerah.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Lombok Timur menyongsong tahun baru dengan meningkatkan kebersamaan dan persatuan, menjaga keamanan untuk lancarnya pembangunan di Kabupaten Lombok Timur,” ujarnya.

Tradisi parade dulang menampilkan penyajian makanan yang ditutup tembolaq merah dan dibawa ribuan perempuan Suku Sasak mengenakan pakaian adat lambung lengkap dengan lempot sebagai simbol kesopanan dan kesuburan.

Kegiatan tersebut telah berkembang menjadi simbol kebersamaan masyarakat Lombok Timur dalam menyambut Tahun Baru Islam dengan melibatkan ribuan warga dari berbagai desa dan kecamatan setiap tahunnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf