HOME  ⁄  Nasional

Wakil Ketua MPR Sebut Pelestarian Lengger Banyumas Perkuat Karakter dan Kesadaran Kebangsaan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Wakil Ketua MPR Sebut Pelestarian Lengger Banyumas Perkuat Karakter dan Kesadaran Kebangsaan
Foto: (Sumber :Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. ANTARA/HO-MPR RI/am.)

Pantau - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan pelestarian lengger Banyumas merupakan langkah strategis untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat karakter dan kesadaran kebangsaan generasi penerus.

Budaya Dinilai Menjadi Fondasi Demokrasi dan Kebangsaan

Lestari menyampaikan bahwa pelestarian lengger tidak hanya berkaitan dengan menjaga seni tradisi, tetapi juga menjadi upaya merawat identitas bangsa di tengah perkembangan zaman.

Ia mengatakan, “Ketika kita bicara lengger Banyumasan, sesungguhnya kita sedang bicara bagaimana kita menjaga warisan, dan lebih dari itu adalah upaya merawat kesadaran kebangsaan.”

Menurutnya, demokrasi memerlukan fondasi budaya yang kuat karena warga harus memiliki sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, serta memiliki rasa terhadap budaya dan bangsanya.

Dorong Lengger Jadi Warisan Budaya Dunia

Lestari menyampaikan pandangan tersebut saat menghadiri kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat bertajuk Lengger Banyumas: Menjaga Warisan, Merawat Kesadaran Bangsa di Pendopo Sipanji, Kabupaten Banyumas, Purwokerto, Jawa Tengah, Senin (15/6).

Ia mengapresiasi konsistensi para seniman dan budayawan Banyumas dalam melestarikan lengger beserta nilai-nilai filosofis yang dikandungnya.

Lestari juga mendorong agar lengger diajukan sebagai warisan budaya dunia setelah sebelumnya ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda nasional pada 2019.

Ia mengungkapkan, “Pengakuan negara itu penting karena ini bukan sekadar catatan administratif, tetapi bentuk bahwa lengger betul-betul menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan bangsa ini.”

Di akhir pernyataannya, Lestari mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk bersama-sama melestarikan budaya agar tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang.

Penulis :
Aditya Yohan