
Pantau - Basarnas dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiapkan tenda darurat di kawasan Rumah Sakit (RS) Undata Palu, Sulawesi Tengah, setelah gempa bermagnitudo 6,7 mengguncang Kota Palu dan sekitarnya sebagai langkah antisipasi kondisi mendesak dan bagian dari upaya mitigasi pemerintah.
Basarnas Siapkan Langkah Mitigasi dan Pendataan Dampak
Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Palu atau Basarnas, Muh Rizal, menyampaikan bahwa penyediaan tenda darurat dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan penanganan apabila terjadi situasi darurat pascagempa.
Muh Rizal mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
"Masyarakat agar tidak panik menghadapi situasi tersebut," ungkap Muh Rizal.
Ia juga meminta warga untuk terus memperbarui informasi melalui sumber resmi pemerintah serta menyaring informasi yang beredar di media sosial agar tidak terjebak hoaks.
Tim Reaksi Cepat (TRC) hingga kini masih melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak akibat gempa tersebut.
Berdasarkan hasil koordinasi Basarnas dengan berbagai pihak, hingga saat ini belum ditemukan kerusakan material yang signifikan di Kota Palu dan kondisi masyarakat dilaporkan dalam keadaan aman.
Basarnas juga menyatakan belum menerima laporan adanya korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
BMKG Sebut Gempa Tidak Berpotensi Tsunami
Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat pada koordinat 1,04 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur dengan lokasi sekitar 42 kilometer di arah tenggara Kota Palu pada kedalaman 10 kilometer.
BMKG menegaskan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami karena pusat gempa berada di daratan.
Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di Kota Palu serta meluas hingga Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Poso, dan Kabupaten Tojo Una-Una.
Akibat guncangan tersebut, banyak warga berhamburan keluar dari rumah maupun bangunan untuk menyelamatkan diri karena dilanda kepanikan.
Hasil pemantauan lapangan Basarnas dan BPBD mencatat kerusakan pada bagian plafon bangunan auditorium Universitas Tadulako Palu akibat guncangan gempa.
Berdasarkan data sementara BPBD Sulawesi Tengah, sekitar delapan orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Dua orang dilaporkan mengalami luka berat berupa patah tulang dan benturan kepala di Desa Kamarora.
Enam orang lainnya mengalami luka ringan di Kabupaten Sigi.
- Penulis :
- Shila Glorya





