
Pantau - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) menyebabkan 787 rumah rusak dan berdampak kepada 1.412 jiwa di Kabupaten Sigi yang menjadi wilayah dengan kerusakan paling signifikan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi Henri Kusuma mengatakan kerusakan rumah tersebar di lima kecamatan, yakni Sigi Kota, Palolo, Nokilalaki, Tanambulava, dan Lindu.
"Data sementara hingga malam ini terdapat 17 desa yang tersebar di lima Kecamatan yakni Sigi Kota, Palolo, Nokilalaki, Tanambulava dan Lindu yang terdampak parah akibat gempa bumi," kata Henri di Sigi, Selasa.
Henri menjelaskan dari total 787 rumah yang terdampak, sebanyak 707 unit mengalami rusak ringan, 68 unit rusak sedang, dan 12 unit rusak berat.
BPBD juga mencatat sebanyak 912 kepala keluarga atau 1.412 jiwa terdampak akibat gempa tersebut.
"Jadi ada satu warga meninggal dunia, 42 orang luka ringan dan 13 warga luka berat. Semua korban sudah ditangani tim kesehatan dari puskesmas serta RSUD Torabelo," sebutnya.
Korban jiwa dan kerusakan bangunan saat ini masih terus didata oleh petugas di lapangan seiring proses asesmen yang berlangsung.
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae memastikan penanganan bagi warga terdampak di Desa Kamarora A dan Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki, dilakukan secara tepat sasaran dan optimal.
"Saya sudah kumpulkan kepala OPD teknis terkait guna mempercepat langkah-langkah pemulihan di wilayah terdampak bencana gempa bumi," ujar Rizal.
Ia memerintahkan BPBD, kepala desa, dan camat untuk menyelesaikan pendataan kerusakan rumah dalam waktu 1x24 jam.
"Kami juga sudah mulai mendistribusikan makanan, air bersih, dan pendirian tenda darurat di Kecamatan Nokilalaki dan Palolo," ungkapnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa magnitudo 6,7 terjadi pada Selasa pukul 10.27 WIB.
BMKG menyatakan episentrum gempa berada di darat pada koordinat 1,13 derajat Lintang Selatan dan 120,23 derajat Bujur Timur.
Pusat gempa berada sekitar 42 kilometer di tenggara Kota Palu dan getarannya dirasakan di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





