HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Siapkan Penataan Ulang SPPG dengan Sistem Grading dan Evaluasi Insentif

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemerintah Siapkan Penataan Ulang SPPG dengan Sistem Grading dan Evaluasi Insentif
Foto: (Sumber :Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari di Auditorium Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (29/4/2026). ANTARA TV..)

Pantau - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) menyatakan pemerintah akan melakukan penataan ulang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui evaluasi insentif, sistem grading, serta penguatan kualitas operasional layanan.

Kepala Bakom RI Muhammad Qodari mengatakan pemerintah akan memprioritaskan pembenahan SPPG yang telah beroperasi dibandingkan menambah unit baru dalam waktu dekat.

“Yang pertama adalah moratorium terhadap pembangunan SPPG baru karena SPPG yang sudah ada dirasakan mungkin sudah mencukupi dan akan ditata ulang. Jadi, fokus kepada SPPG yang sudah operasional,” kata Qodari di Jakarta, Rabu.

Insentif SPPG Akan Disesuaikan dengan Kinerja

Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan pembaruan mekanisme pemberian insentif bagi SPPG yang menjalankan program MBG.

Dalam skema baru tersebut, besaran insentif akan mempertimbangkan jumlah penerima manfaat yang dilayani oleh setiap SPPG.

Selain itu, pemerintah juga akan menerapkan sistem grading atau pengelompokan kelas berdasarkan kualitas layanan yang diberikan masing-masing SPPG.

Dengan sistem tersebut, penilaian terhadap SPPG tidak hanya melihat jumlah penerima manfaat, tetapi juga kualitas operasional yang dijalankan.

Fokus pada Kualitas dan Efisiensi Layanan

Qodari menjelaskan pemerintah akan memperketat pengawasan terhadap berbagai aspek operasional, mulai dari kondisi fasilitas, pemenuhan persyaratan operasional, proses pengolahan makanan, hingga standar kesehatan dan kebersihan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas makanan yang diterima siswa, ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan kelompok penerima manfaat lainnya tetap terjaga.

Menurut Qodari, setelah jaringan layanan MBG berkembang dalam beberapa bulan terakhir, fokus pemerintah kini beralih pada peningkatan mutu layanan dan efisiensi pengelolaan.

“Jadi, fokusnya bukan lagi kepada kuantitas, tetapi kepada kualitas. Selain kualitas SPPG, ke depan juga diharapkan ada perbaikan dari segi efisiensi,” ujarnya.

Penataan ulang ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat tata kelola program MBG agar berjalan lebih efektif, berkualitas, dan tepat sasaran.

Penulis :
Aditya Yohan