HOME  ⁄  Nasional

BNPB Tegaskan Gempa Magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah Tidak Picu Tsunami

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BNPB Tegaskan Gempa Magnitudo 6,7 di Sulawesi Tengah Tidak Picu Tsunami
Foto: (Sumber :Tangkapan layar- Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangam Bencana (BNPB) Abdul Muhari memberikan penjelasan dalam konferensi pers pascagempabumi Sulawesi Tengah yang diikuti dari Jakarta, Rabu (17/6/2026). ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo..)

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tidak terjadi tsunami setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, pada 16 Juni 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers yang diikuti dari Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Abdul Muhari mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai kabar bohong yang beredar di media sosial terkait ancaman tsunami pascagempa.

Ia mengatakan, "Gempa utama magnitudo 6,7 ini terjadi kemarin 16 Juni pukul 10.27 WIB dengan kedalaman dangkal di darat. Karena posisinya jauh di daratan dan bukan di pinggir laut, maka aktivitas seismik ini tidak berpotensi tsunami."

BNPB merespons beredarnya rekaman video amatir yang memperlihatkan fenomena air laut surut di kawasan Teluk Palu dan beberapa lokasi lainnya.

Video tersebut sempat viral dan memicu kepanikan di kalangan warga setempat.

Menurut Abdul Muhari, fenomena surutnya air laut tersebut merupakan pasang surut astronomis yang terjadi secara periodik.

Ia menjelaskan bahwa fenomena tersebut tidak memiliki hubungan kausal dengan gempa bumi yang terjadi di daratan Sulawesi Tengah.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa berada pada koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu.

Getaran gempa juga dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Poso dan Parigi Moutong.

Berdasarkan pemutakhiran data hingga Rabu siang, BMKG mencatat telah terjadi 118 kali gempa susulan yang terdeteksi oleh instrumen seismograf di lapangan.

BMKG menyebut tren magnitudo gempa susulan terus mengalami penurunan.

BNPB dan BMKG mengimbau masyarakat di pesisir Teluk Palu serta wilayah terdampak untuk tetap tenang, beraktivitas seperti biasa, dan hanya mengakses informasi kebencanaan dari kanal resmi yang telah terverifikasi.

Penulis :
Ahmad Yusuf