HOME  ⁄  Ekonomi

Filipina Kucurkan Rp106 Miliar untuk Pemulihan Pascagempa Dahsyat di Mindanao

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Filipina Kucurkan Rp106 Miliar untuk Pemulihan Pascagempa Dahsyat di Mindanao
Foto: (Sumber :Seorang gadis mencari barang-barang yang masih bisa diselamatkan di reruntuhan rumahnya yang runtuh setelah gempa bumi dahsyat di General Santos, Filipina, pada 10 Juni 2026. Hampir 88.000 orang di seluruh Mindanao selatan telah terdampak gempa bumi berkek magnitude 7,8 yang melanda Filipina selatan pada 8 Juni, sementara lebih dari 22.000 orang masih mengungsi akibat gempa susulan yang terus terjadi, menurut pemerintah dan LSM. Anadolu Agency/pri..)

Pantau - Pemerintah Filipina menyalurkan dana awal sebesar 362 juta peso Filipina atau sekitar Rp106,52 miliar untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas publik yang rusak akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang sejumlah wilayah Mindanao pada 8 Juni 2026.

Dana tersebut dicairkan oleh Departemen Anggaran dan Manajemen Filipina (DBM) atas arahan Presiden Ferdinand R Marcos Jr guna mempercepat pemulihan wilayah terdampak dan membantu masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana.

Anggaran yang berasal dari Dana Dukungan Pemerintah Daerah (Local Government Support Fund/LGSF) itu disalurkan langsung kepada pemerintah daerah terdampak, terutama di Sarangani, General Santos City, dan Cotabato Selatan yang mengalami kerusakan cukup parah.

Dana Difokuskan untuk Infrastruktur dan Fasilitas Publik

Pemerintah Kota General Santos menerima dana sebesar 100 juta peso atau sekitar Rp29,42 miliar pada 9 Juni 2026 untuk perbaikan dan rehabilitasi bangunan serbaguna di Desa Dadiangas Timur.

Pemerintah Provinsi Sarangani memperoleh alokasi 140 juta peso atau sekitar Rp41,19 miliar pada 15 Juni 2026 untuk rehabilitasi dan peningkatan infrastruktur yang rusak akibat gempa.

Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki bangunan serbaguna, jalan daerah, jembatan di Kotamadya Alabel, serta pemulihan rumah sakit dan jalan di Kota Glan.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Cotabato Selatan menerima 122 juta peso atau sekitar Rp35,89 miliar untuk proyek betonisasi jalan lokal yang menghubungkan Desa Acmonan dan Kablon di Tupi.

Pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi di wilayah terdampak.

Pemerintah Tegaskan Bantuan Harus Cepat Tersalurkan

Menteri Anggaran dan Manajemen Filipina Kim Robert de Leon mengatakan pencairan dana tersebut merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam respons bencana dan pemulihan pascagempa.

“Masyarakat tidak seharusnya menunggu saat terjadi bencana. Arahan Presiden Ferdinand R Marcos Jr jelas, yakni bantuan pemerintah harus segera dirasakan oleh masyarakat terdampak,” ungkapnya.

Ia menambahkan pemerintah masih memiliki sumber pendanaan lain melalui Dana Penanggulangan dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional serta Dana Cepat Tanggap (Quick Response Fund/QRF) untuk mendukung proses bantuan, rehabilitasi, dan rekonstruksi yang masih berlangsung.

Gempa magnitudo 7,8 yang mengguncang Mindanao pada awal Juni menyebabkan kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah dan memaksa ribuan warga mengungsi akibat gempa susulan yang terus terjadi.

Penulis :
Ahmad Yusuf