
Pantau - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) mengusulkan nama Gajah Mada dan Panglima Soedirman sebagai kandidat nama kapal induk pertama Indonesia yang akan bergabung dengan armada TNI AL pada 2026.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan usulan tersebut akan diajukan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin untuk mendapatkan persetujuan.
"Salah satu usulannya ada Gajah Mada, ada Panglima Soedirman," kata Ali saat ditemui awak media di Gedung Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Jakarta Selatan, Kamis (18/6).
Ali tidak menjelaskan secara rinci alasan pemilihan kedua nama pahlawan tersebut sebagai kandidat nama kapal induk pertama Indonesia.
Nama Pahlawan untuk Simbol Kekuatan Maritim
Gajah Mada dikenal sebagai Mahapatih Majapahit yang mempelopori Sumpah Palapa dan dianggap memiliki peran penting dalam konsep persatuan Nusantara.
Sementara Panglima Soedirman merupakan tokoh militer nasional yang berperan besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dan menjadi salah satu dari tiga jenderal Indonesia yang memperoleh pangkat bintang lima.
Setelah mendapat persetujuan pemerintah, nama yang dipilih akan disematkan secara simbolis pada kapal saat kedatangannya di Indonesia pada tahun ini.
Kapal Induk Eks Italia Siap Perkuat Armada TNI AL
Kapal induk yang saat ini bernama Giuseppe Garibaldi merupakan kapal buatan perusahaan Italia, Fincantieri, yang juga memproduksi KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321 milik TNI AL.
Kapal tersebut memiliki panjang 180,2 meter dan mampu melaju hingga kecepatan 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam berkat mesin penggerak berperforma tinggi.
Selain berfungsi sebagai kapal pengangkut pesawat tempur, kapal induk itu juga dilengkapi berbagai sistem pertahanan seperti radar jamming, peluncur rudal antipesawat Mk.29 Sea Sparrow/Selenia Aspide, meriam Oto Melara Kembar 40L70 DARDO, tabung torpedo rangkap tiga kaliber 324 mm, serta rudal antikapal Otomat Mk 2 SSM.
TNI AL saat ini juga tengah menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung, termasuk pangkalan dan personel awak, untuk mengoperasikan kapal induk tersebut setelah resmi bergabung dengan armada Indonesia.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti








