
Pantau - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, menegaskan pentingnya peran gereja dalam memperkuat perlindungan perempuan dan anak melalui penguatan keluarga saat menghadiri Konvensi Pastoral Nasional (Konpasnas) 2026 di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Veronica menyatakan keluarga merupakan lingkungan pertama dan paling penting dalam pembentukan karakter serta perlindungan anak.
Ia mengungkapkan, "Keluarga adalah tempat pertama dan utama bagi seorang anak untuk belajar tentang kasih, keamanan, dan harga diri. Ketika keluarga kuat, maka upaya perlindungan perempuan dan anak dapat dicegah dari akarnya."
Menurut Veronica, penguatan keluarga menjadi langkah mendasar untuk mencegah berbagai bentuk kekerasan dan kerentanan terhadap perempuan maupun anak.
Pelayanan Gereja Harus Menjangkau Persoalan Nyata Keluarga
Veronica mendorong para pendeta dan pemimpin gereja agar menghadirkan pelayanan pastoral yang lebih dekat dengan persoalan nyata yang dihadapi keluarga.
Ia menilai pelayanan gereja tidak cukup hanya berupa kegiatan seremonial atau ritual keagamaan.
Pelayanan pastoral, menurutnya, perlu menjangkau kebutuhan masyarakat secara langsung melalui penguatan pola pengasuhan anak, perlindungan perempuan, pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta pendampingan keluarga yang menghadapi berbagai persoalan sosial.
Veronica mengungkapkan, "Selama ini, di berbagai kasus yang terjadi, seringkali perempuannya tidak berdaya dan anaknya tidak terlindungi. Banyak yang menganggap perempuan tidak ada value-nya. Namun, ketika kita dikuatkan dalam satu komunitas, hati yang tulus dan empati itulah yang memperkuat kita di manapun kita berada."
Ia menyoroti masih adanya kasus yang menempatkan perempuan dalam kondisi rentan serta anak-anak yang belum memperoleh perlindungan memadai.
Menurut Veronica, dukungan komunitas yang dibangun melalui empati dan kepedulian dapat menjadi kekuatan penting dalam melindungi perempuan dan anak.
Konpasnas 2026 Dorong Sinergi Pemerintah dan Lembaga Keagamaan
Rektor IAKN Manado, Olivia Wuwung, berharap Konpasnas 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah dan lembaga keagamaan.
Kerja sama tersebut ditujukan untuk membangun keluarga yang lebih tangguh, menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak-anak, serta memperkuat peran pelayanan pastoral dalam menjawab berbagai persoalan sosial.
Olivia mengungkapkan, "Kami meyakini bahwa pelayanan pastoral masa kini bukan lagi hanya urusan spiritual semata. Oleh karena itu, tema yang diangkat hari ini menjadi sangat penting bagi panggilan moral, sosial, dan akademik yang harus kita perjuangkan bersama-sama."
Menurut Olivia, pelayanan pastoral saat ini perlu mencakup aspek spiritual, moral, sosial, dan akademik agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih menyeluruh.
Konpasnas 2026 menegaskan gereja memiliki peran strategis dalam perlindungan perempuan dan anak, sementara penguatan keluarga menjadi kunci pencegahan kekerasan dan kerentanan sosial melalui sinergi pemerintah dan lembaga keagamaan.
- Penulis :
- Arian Mesa








