
Pantau - Anggota Komisi XI DPR RI, Kamrussamad, menilai pemerintah terus mengelola kebijakan fiskal secara hati-hati dan adaptif di tengah dinamika perekonomian global.
Menurutnya, penguatan disiplin fiskal serta optimalisasi pembiayaan dan belanja negara menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan pembangunan nasional.
Kamrussamad mengatakan, pemerintah perlu terus memperkuat berbagai instrumen kebijakan fiskal agar APBN tetap mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi.
“Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pemerintah perlu terus mengedepankan langkah-langkah strategis, termasuk memperkuat diplomasi ekonomi dan meningkatkan efisiensi pembiayaan negara," ujar Kamrussamad dalam diskusi publik Pantau APBN di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
"Langkah ini penting untuk menjaga keberlanjutan fiskal sekaligus mendukung agenda pembangunan,” lanjutnya.
Ia juga mengapresiasi meningkatnya peran investor domestik dalam pembiayaan pembangunan. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat yang semakin kuat terhadap perekonomian nasional dan prospek pembangunan Indonesia ke depan.
“Ini patut disyukuri karena menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia turut berperan aktif dalam pembiayaan pembangunan nasional. Kepercayaan ini menjadi modal penting untuk menjaga ketahanan ekonomi,” katanya.
Lebih lanjut, Kamrussamad menegaskan pentingnya menjaga disiplin fiskal, termasuk memastikan defisit anggaran tetap berada dalam batas yang terkendali.
Menurutnya, konsistensi dalam pengelolaan fiskal akan memberikan ruang bagi pemerintah untuk menjalankan berbagai program prioritas secara berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai kualitas belanja negara menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas APBN.
Ia mengatakan pemerintah memiliki ruang yang besar untuk mengoptimalkan belanja negara agar memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
“Dalam banyak kasus, realisasi belanja pemerintah baru terjadi pada kuartal kedua atau bahkan ketiga. Ke depan, pola ini perlu terus diperbaiki agar manfaat belanja negara dapat dirasakan lebih cepat oleh masyarakat dan dunia usaha,” ujar Fakhrul.
Menurutnya, orientasi belanja negara tidak lagi semata-mata berfokus pada tingkat penyerapan anggaran, melainkan pada kualitas dan manfaat yang dihasilkan.
“Belanja negara yang tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat manfaat akan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar serta memperkuat efektivitas APBN sebagai instrumen pembangunan,” ungkapnya.
- Penulis :
- Aditya Andreas








