billboard mobile
HOME  ⁄  Nasional

BPJS Kesehatan Pati Bekali Mahasiswa Keperawatan Pemahaman Program JKN Melalui Goes to Campus

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BPJS Kesehatan Pati Bekali Mahasiswa Keperawatan Pemahaman Program JKN Melalui Goes to Campus
Foto: (Sumber :BPJS Kesehatan Cabang Pati terus memperluas edukasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada generasi muda melalui kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus dengan sasaran 50 mahasiswa Poltekkes Kemenkes Semarang Kampus IV Blora, Jawa Tengah. ANTARA/HO - BPJS Kesehatan.)

Pantau - BPJS Kesehatan Cabang Pati memberikan pembekalan mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada 50 mahasiswa Program Studi Keperawatan Semester IV Poltekkes Kemenkes Semarang Kampus IV Blora, Jawa Tengah, melalui kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus.

Mahasiswa Diperkenalkan Sistem Jaminan Kesehatan Nasional

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati Nuzuludin Hasan mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan sistem jaminan kesehatan nasional kepada calon tenaga kesehatan yang nantinya akan terlibat langsung dalam pelayanan masyarakat.

“Peserta sebanyak 50 mahasiswa Program Studi Keperawatan Semester IV yang mengikuti perkuliahan khusus terkait Program JKN,” ujar Nuzuludin.

Ia menjelaskan Program JKN merupakan implementasi Sistem Jaminan Sosial Nasional yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan dijalankan oleh BPJS Kesehatan sebagai badan hukum publik.

Nuzuludin juga memperkenalkan tata nilai INISIATIF yang menjadi pedoman kerja seluruh insan BPJS Kesehatan.

“Kami berkomitmen menjalankan tata nilai INISIATIF yang terdiri dari Integritas, Kolaborasi, Pelayanan Prima, dan Inovatif. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam menjaga kualitas pelayanan dan keberlangsungan Program JKN,” ungkapnya.

JKN Cakup Lebih dari 282 Juta Penduduk

Dalam kegiatan tersebut, BPJS Kesehatan juga memaparkan tiga pilar utama asuransi kesehatan sosial, yakni pengumpulan pendapatan, penggabungan risiko, dan pembelian strategis.

“Melalui prinsip gotong royong, risiko kesehatan ditanggung bersama sehingga masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Inilah yang menjadi kekuatan utama Program JKN sebagai sistem perlindungan kesehatan nasional,” jelas Nuzuludin.

Ia menyebutkan hingga akhir 2025 Program JKN telah mencakup 282,7 juta jiwa atau sekitar 98,62 persen penduduk Indonesia.

BPJS Kesehatan juga terus melakukan transformasi layanan melalui penggunaan KTP sebagai identitas berobat, antrean daring melalui Aplikasi Mobile JKN, dan berbagai layanan digital lainnya.

“Sebagai calon tenaga kesehatan, mahasiswa keperawatan perlu memahami Program JKN secara utuh karena nantinya akan berinteraksi langsung dengan peserta dalam proses pelayanan kesehatan. Pemahaman yang baik akan membantu memberikan pelayanan yang berkualitas sekaligus mendukung keberhasilan penyelenggaraan Program JKN,” katanya.

Kampus Sambut Positif Program Edukasi JKN

Sekretaris Program Studi Keperawatan Blora, Sutarmi, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai memberikan wawasan yang relevan dengan dunia kerja mahasiswa.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memahami sistem jaminan kesehatan yang besar di Indonesia bahkan Dunia. Materi yang disampaikan sangat dekat dengan dunia kerja yang nantinya akan mereka hadapi setelah lulus,” ujar Sutarmi.

Ia menilai pemahaman mengenai mekanisme dan manfaat Program JKN perlu diberikan sejak masa perkuliahan karena perawat merupakan salah satu unsur penting dalam pelayanan kesehatan.

“Perawat akan banyak berinteraksi dengan peserta JKN dan berkontribusi langsung dalam pelayanan kesehatan. Karena itu, saya berharap seluruh mahasiswa mengikuti perkuliahan ini dengan serius karena ilmu yang diperoleh tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri dan keluarga, tetapi juga bagi masyarakat yang akan mereka layani di masa depan,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen edukasi yang menyebarluaskan informasi yang benar mengenai Program JKN kepada masyarakat.

Penulis :
Aditya Yohan
Kemenkeu 2026