
Pantau - Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman meninjau pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar di SMP Negeri 122 dan SD Kapuk Muara 03, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (18/6/2026), guna memastikan keberlanjutan salah satu program prioritas pemerintah.
Program Cek Kesehatan Gratis merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto dan memberikan pemeriksaan kesehatan menyeluruh secara rutin setiap tahun bagi peserta didik SD, SMP, madrasah, pesantren, hingga SMA.
Dudung menegaskan pemeriksaan kesehatan berkala penting dilakukan untuk membantu mendeteksi berbagai masalah kesehatan sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Ia mengungkapkan, "Melalui pemeriksaan berkala tiap tahun ini, kita berharap jika ada kendala kesehatan pada anak-anak bisa diantisipasi lebih awal sehingga mereka siap menyongsong Indonesia Emas".
Menurut Dudung, deteksi dini merupakan langkah penting dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Pemerintah menargetkan program CKG dapat menjangkau hingga 130 juta masyarakat setiap tahun dan hingga saat ini realisasinya telah mencapai sekitar 30 persen dari target nasional.
Pelaksanaan Skrining Libatkan 30 Tenaga Medis
Pelaksanaan CKG di Penjaringan melibatkan 30 tenaga medis yang terdiri atas dokter, perawat, dan tenaga kesehatan masyarakat.
Para petugas berasal dari Puskesmas Kecamatan Penjaringan dan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara.
Layanan yang diberikan mencakup delapan jenis skrining kesehatan.
Pemeriksaan meliputi pengukuran tinggi badan, pemeriksaan darah, pemeriksaan mata, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gigi, pemeriksaan telinga, serta konsultasi kesehatan.
Sebelum pelaksanaan CKG, Puskesmas Penjaringan juga melakukan skrining penyakit menular terhadap sekitar 890 siswa SMP Negeri 122.
Skrining tersebut difokuskan pada pemeriksaan tuberkulosis (TBC) dan hepatitis B.
Kegiatan skrining selesai dilaksanakan pada 12 Juni 2026.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan kasus terduga TBC di lingkungan sekolah.
Dari hasil skrining hepatitis B ditemukan dua siswa yang terindikasi suspek hepatitis B.
Kedua siswa tersebut telah ditindaklanjuti untuk mendapatkan perawatan di puskesmas.
KSP Pantau Program Makan Bergizi Gratis
Selain meninjau pelaksanaan CKG, Kantor Staf Presiden juga memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kedua sekolah.
Program MBG telah berjalan sejak Januari 2026.
Menu MBG disajikan secara bervariasi setiap hari.
Menu yang diberikan antara lain daging ayam, telur, tahu, tempe, tumis sayuran, dan buah-buahan segar.
Makanan didistribusikan kepada para siswa saat jam makan siang sekitar pukul 11.00 WIB.
Pemerintah berharap kombinasi program CKG dan MBG dapat meningkatkan kesehatan, gizi, serta kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia sekolah.
- Penulis :
- Leon Weldrick








