billboard mobile
HOME  ⁄  Nasional

Gunung Semeru Erupsi Disertai Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 4,5 Kilometer ke Besuk Kobokan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Gunung Semeru Erupsi Disertai Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 4,5 Kilometer ke Besuk Kobokan
Foto: (Sumber :Gunung Semeru di Jawa Timur erupsi disertai luncuran awan panas guguran sejauh 4,5 km pada Jumat (19/6/2026) pagi. ANTARA/HO-PVMBG/aa.)

Pantau - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, erupsi pada Jumat pagi dengan awan panas guguran yang meluncur sejauh 4,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan.

Erupsi Terekam dengan Kolom Abu Setinggi 1.000 Meter

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Mukdas Sofian mengatakan erupsi terjadi pada Jumat pukul 07.21 WIB.

“Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada Jumat pukul 07.21 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl),” ungkap Mukdas Sofian.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang condong ke arah utara dan barat laut.

Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 5 menit 33 detik.

“Erupsi Gunung Semeru disertai awan panas guguran dengan jarak luncur kurang lebih 4,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan,” ujarnya.

Berdasarkan catatan petugas, Gunung Semeru mengalami enam kali erupsi dengan tinggi letusan berkisar antara 700 meter hingga 1.000 meter di atas puncak.

Status Siaga, Warga Diminta Jauhi Kawasan Rawan

Mukdas menjelaskan aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini masih berada pada status Level III atau Siaga.

Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

“Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,” katanya.

Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berisiko terdampak lontaran batu pijar.

Potensi Awan Panas dan Lahar Tetap Diwaspadai

Petugas mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

“Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” ucap Mukdas Sofian.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Kemenkeu 2026