
Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka peluang penguatan kerja sama pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan riset antara Indonesia dan Flinders University dalam kunjungan kehormatan delegasi Australia Selatan dan Flinders University ke Kemdiktisaintek.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, mengapresiasi hubungan kerja sama yang telah terjalin antara Indonesia dan Australia di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi.
Najib mengungkapkan, "Kolaborasi dengan universitas dan komunitas akademik Australia merupakan salah satu cara yang baik untuk membangun praktik akademik yang berkualitas, bukan sekadar mencantumkan nama dalam publikasi, tetapi menghadirkan kolaborasi yang nyata antara komunitas akademik Indonesia dan Australia".
Najib menyampaikan bahwa Australia merupakan salah satu negara tujuan studi yang banyak diminati mahasiswa Indonesia.
Hubungan kedua negara juga berkembang melalui kerja sama penelitian, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta berbagai program akademik bersama.
913 Dokumen Kerja Sama Aktif
Berdasarkan data hingga April 2026, terdapat 913 dokumen kerja sama aktif antara perguruan tinggi Indonesia dan Australia.
Dokumen tersebut mencakup Memorandum of Understanding (MoU), Memorandum of Agreement (MoA), dan Implementation Arrangement (IA).
Bentuk kerja sama yang paling banyak dilakukan meliputi penelitian bersama, pengembangan kurikulum, pengembangan program akademik, seminar dan konferensi ilmiah, program gelar ganda (double degree), serta pertukaran mahasiswa.
Najib menegaskan bahwa Kemdiktisaintek terus mendorong kolaborasi riset internasional dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset dunia.
Ia mengatakan, "Kemdiktisaintek juga terus mendorong kolaborasi riset internasional melalui kemitraan dengan perguruan tinggi dan lembaga riset di berbagai negara".
Indonesia dan Australia juga menjalin kerja sama melalui berbagai skema pendanaan riset yang mendukung penguatan kolaborasi akademik.
Fokus pada Energi, Digitalisasi, dan Kesehatan
Salah satu program penting yang dijalankan kedua negara adalah Koneksi.
Program tersebut mendukung penelitian kolaboratif pada bidang transisi energi, transformasi digital, pendidikan, lingkungan, dan kesehatan.
Vice-Chancellor dan President Flinders University, Colin Stirling, mengapresiasi kesempatan berdialog dengan Kemdiktisaintek.
Stirling menegaskan komitmen Flinders University untuk terus memperkuat hubungan dengan berbagai institusi di Indonesia melalui pendidikan dan riset.
Flinders University juga menyatakan ketertarikannya untuk menjajaki peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan pengembangan talenta masa depan.
Delegasi Australia Selatan turut memaparkan berbagai inisiatif yang telah dan sedang dijalankan untuk memperkuat keterhubungan antara perguruan tinggi, dunia industri, dan ekosistem inovasi.
Bidang yang menjadi perhatian bersama Indonesia dan Australia meliputi kesehatan, pendidikan, transisi energi, mineral kritis, ketahanan pangan, serta berbagai sektor strategis lain yang relevan bagi kedua negara.
- Penulis :
- Shila Glorya








