
Pantau - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan Said Abdullah menegaskan posisi partainya sebagai partai penyeimbang terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sesuai keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP.
Said menyatakan sikap partai penyeimbang yang diambil PDIP bukanlah posisi politik yang abu-abu maupun bentuk oposisi terhadap pemerintah.
"Kita tidak bisa membandingkan dengan negara negara barat yang menjalankan sistem oposisi," ungkap Said dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Dukung Kebijakan yang Pro Rakyat
Said menjelaskan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah menegaskan bahwa partai akan bersikap objektif dan proporsional terhadap setiap kebijakan pemerintah.
Menurut dia, PDIP akan memberikan dukungan apabila kinerja dan kebijakan pemerintah dinilai baik serta berpihak kepada rakyat hingga akhir masa pemerintahan pada 2029.
Sebaliknya, jika terdapat kebijakan yang dianggap kurang tepat, PDIP akan memberikan kritik dan masukan secara konstruktif.
Ia menegaskan sikap tersebut dilakukan tanpa mempertimbangkan keuntungan elektoral bagi partai.
Bedakan Partai Penyeimbang dan Oposisi
Said menilai posisi partai penyeimbang berbeda dengan oposisi yang memiliki kehendak politik berlawanan secara total terhadap pemerintah yang berkuasa.
"Berbeda dengan pilihan jika mengambil sikap oposisi. Oposisi itu kehendak politiknya berlawanan total dengan pemerintahan berkuasa," ujarnya.
Menurutnya, oposisi cenderung menyoroti kelemahan dan kekurangan pemerintah untuk memperoleh dampak politik tertentu.
PDIP, kata dia, justru menginginkan Presiden Prabowo dapat menjalankan pemerintahan dengan baik hingga 2029 sesuai amanat konstitusi.
Presiden Prabowo Dinilai Memahami Sikap PDIP
Said mengungkapkan Presiden Prabowo memahami pilihan politik yang diambil PDIP sebagai partai penyeimbang.
Bahkan, menurutnya, Presiden menganggap sikap tersebut sebagai bentuk dukungan yang lebih objektif dibanding sekadar memberikan pujian.
"Bapak Presiden sangat sadar bahwa tidak semua pujian itu baik. Melebih-lebihkan pujian ibarat teman malah bisa mengaburkan sikap obyektivitas yang malah diperlukan oleh Bapak Presiden," kata Said.
Pernyataan Said disampaikan setelah Ketua Fraksi PKB DPR RI Jazilul Fawaid meminta PDIP menentukan posisi politik secara tegas, baik bergabung dalam koalisi pemerintahan maupun menjadi oposisi.
Jazilul menilai partai politik perlu memiliki sikap yang jelas agar tidak menimbulkan persepsi berada di posisi politik yang tidak tegas.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





