
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengajak masyarakat meneladani ulama dan guru sebagai upaya membangun bangsa yang memiliki karakter kuat, moral yang baik, dan spiritual yang kokoh.
Pernyataan tersebut disampaikan Muhaimin saat menghadiri peringatan Hari Guru ke-109 dan Hari Silsilah Thariqah Naqsyabandiyah Al-Khalidiyyah Prof Saidi Syekh Kadirun Yahya Muhammad Amin Al-Khali di Pendopo Surau Qutubul Amin, Depok, Jawa Barat.
Menurut Muhaimin, keteladanan para ulama dan guru dapat melahirkan masyarakat yang semakin berdaya, mandiri, dan sejahtera.
Ia menegaskan bahwa bangsa yang maju tidak hanya diukur dari kekuatan ekonomi dan teknologi.
Bangsa Maju Harus Memiliki Kekuatan Moral
Muhaimin mengatakan bangsa yang maju juga harus memiliki kekuatan moral yang kuat, spiritual yang kokoh, serta karakter yang baik dan berintegritas.
Ia mengungkapkan bahwa nilai-nilai yang diwariskan para ulama dan guru merupakan warisan besar yang harus terus dijaga dan dikembangkan.
"Saya mengajak keluarga besar Thariqah Naqsyabandiyah Al-Khalidiyyah untuk terus melanjutkan ajaran dan keteladanan para guru," ujarnya.
Menurutnya, melanjutkan ajaran tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang berdaya, memperkuat bangsa, dan mewujudkan Indonesia yang bermartabat.
Peringatan Hari Guru dan Hari Silsilah menjadi momentum untuk mengenang jasa para guru, ulama, dan mursyid tarekat yang dinilai memiliki peran besar dalam membangun kekuatan spiritual masyarakat serta memperkuat persatuan bangsa.
Pembangunan Harus Seimbang dengan Penguatan Spiritual
Muhaimin mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa istiqomah menjadi pribadi yang unggul dan bermanfaat bagi sesama, umat, bangsa, serta negara.
Ia menegaskan pembangunan masyarakat tidak cukup hanya bertumpu pada aspek ekonomi dan pembangunan fisik semata.
Menurutnya, pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan harus dibangun di atas fondasi moral dan spiritual yang kuat agar mampu melahirkan masyarakat yang mandiri, berintegritas, dan memiliki daya saing tinggi.
Muhaimin juga menilai Thariqah Naqsyabandiyah Al-Khalidiyyah memiliki kontribusi penting dalam perjalanan bangsa Indonesia melalui pendidikan spiritual yang diwariskan para ulama dan mursyid.
Ia mengatakan pendidikan tersebut turut membentuk manusia Indonesia yang mencintai agama, bangsa, dan tanah air.
Muhaimin menekankan bahwa pembangunan bangsa harus berjalan seimbang antara kemajuan ekonomi, pembangunan karakter, penguatan moral, dan pendidikan spiritual agar tercipta masyarakat yang berdaya serta bangsa yang kuat.
- Penulis :
- Gerry Eka





