HOME  ⁄  Nasional

YLKI Dukung Pembangunan PLTS 100 GW untuk Perkuat Diversifikasi dan Ketahanan Energi Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

YLKI Dukung Pembangunan PLTS 100 GW untuk Perkuat Diversifikasi dan Ketahanan Energi Nasional
Foto: (Sumber :Pengunjung memotret hamparan panel pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di PLTS Oelpuah di Desa Oelpuah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha).)

Pantau - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendukung rencana pemerintah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) sebagai langkah memperkuat diversifikasi energi dan meningkatkan ketahanan sistem kelistrikan nasional.

Diversifikasi Energi Dinilai Perkuat Posisi Konsumen

Sekretaris Eksekutif YLKI Rio Priambodo mengatakan pengembangan energi baru dan terbarukan harus dipandang sebagai upaya strategis untuk memberikan lebih banyak pilihan energi kepada masyarakat.

“Kebijakan tersebut harus dipandang sebagai upaya strategis menyediakan energi alternatif bagi konsumen agar masyarakat memiliki pilihan dan tidak sepenuhnya bergantung pada satu sumber pasokan listrik nasional,” ungkap Rio.

Menurutnya, diversifikasi energi perlu diarahkan untuk memperkuat kemandirian energi sekaligus meningkatkan ketahanan sistem kelistrikan nasional.

Rio menegaskan bahwa energi terbarukan tidak hanya berkaitan dengan isu lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari perlindungan hak konsumen.

Pemadaman Bergilir Dinilai Perlu Evaluasi Menyeluruh

Pernyataan YLKI tersebut juga menyoroti pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia sejak awal Juni 2026.

Rio menilai pemadaman listrik yang berulang bukan sekadar gangguan teknis biasa karena berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

“Ketika listrik padam, yang terganggu bukan hanya aliran energi, tetapi juga kualitas hidup dan kepastian hak konsumen,” katanya.

Ia menjelaskan listrik merupakan kebutuhan dasar yang menopang aktivitas pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, hingga perekonomian masyarakat.

YLKI memahami gangguan teknis dapat terjadi dalam sistem kelistrikan, namun pemadaman yang berulang menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap keandalan pembangkit, jaringan distribusi, manajemen risiko, dan tata kelola pelayanan.

“Energi adalah urat nadi kehidupan. Negara yang kuat bukan hanya negara yang mampu menghasilkan listrik, tetapi negara yang mampu menjamin rakyatnya mendapatkan energi yang andal, adil, dan berkelanjutan,” ujar Rio.

Penulis :
Ahmad Yusuf