HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Produsen Otomotif China Tawarkan Kendaraan Listrik dan Hybrid Hemat Biaya di Tengah Kenaikan BBM

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Produsen Otomotif China Tawarkan Kendaraan Listrik dan Hybrid Hemat Biaya di Tengah Kenaikan BBM
Foto: (Sumber : Pengunjung melihat mobil Chery Tiggo 8 buatan China selama Pameran Otomotif & Aksesori Bucharest ke-22 di Bucharest, Rumania, 7 Oktober 2025)

Pantau - Sejumlah produsen kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) asal China menawarkan kendaraan listrik murni dan hybrid sebagai solusi mobilitas yang lebih hemat di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia.

Chery Indonesia menyoroti efisiensi biaya operasional melalui teknologi Chery Super Hybrid yang dikembangkan untuk menggabungkan konsumsi energi yang rendah dengan fleksibilitas penggunaan kendaraan.

Vice Country Director Chery Business Unit, Budi Darmawan Jantania, mengatakan konsumen tidak perlu memilih antara kendaraan hemat energi dan kendaraan yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan perjalanan.

Menurutnya, teknologi tersebut dirancang agar pengguna tetap mendapatkan efisiensi tanpa mengorbankan kenyamanan dan kemampuan berkendara.

Chery Klaim Biaya Operasional Lebih Rendah

Chery mengandalkan dua model hybrid unggulannya, yakni Tiggo 8 CSH dan Tiggo 9 CSH.

Berdasarkan simulasi perusahaan, perjalanan pulang-pergi sejauh 40 kilometer per hari membutuhkan biaya kurang dari Rp14.000 apabila kendaraan digunakan sepenuhnya dalam mode listrik.

Untuk perjalanan jarak jauh sejauh 240 kilometer, biaya energi diperkirakan kurang dari Rp160.000.

Biaya tersebut disebut dapat berkurang hingga sekitar 50 persen jika kendaraan digunakan sepenuhnya dalam mode listrik dengan pengisian daya secara berkala selama perjalanan.

Simulasi penggunaan bulanan sejauh 1.200 kilometer menunjukkan Tiggo 8 CSH memerlukan biaya energi sekitar Rp568.909 per bulan.

Sementara itu, Tiggo 9 CSH membutuhkan biaya energi sekitar Rp392.199 per bulan.

Chery mengklaim biaya tersebut jauh lebih rendah dibanding mobil bensin konvensional yang umumnya membutuhkan biaya bahan bakar lebih dari Rp1 juta per bulan untuk jarak tempuh yang sama.

iCAR Tawarkan Penghematan Hingga Rp1 Juta per Bulan

Selain kendaraan hybrid, Chery melalui submerek kendaraan listrik iCAR juga menawarkan efisiensi biaya energi yang lebih tinggi.

Dalam simulasi penggunaan iCAR, SUV listrik semi-offroad iCAR V23 tipe Y RWD digunakan untuk perjalanan 30 kilometer per hari di lalu lintas perkotaan.

Biaya pengisian daya kendaraan tersebut diperkirakan hanya sekitar Rp153.000 per bulan.

Sebagai perbandingan, mobil bensin dengan konsumsi rata-rata 12 kilometer per liter membutuhkan biaya sekitar Rp1,2 juta per bulan untuk jarak tempuh yang sama.

Product Planning Manager iCAR Indonesia, Tommy Hermansyah, mengatakan penghematan biaya energi tidak mengurangi karakter utama kendaraan yang dicari konsumen SUV.

Ia menyebut iCAR V23 tetap menawarkan desain khas, posisi berkendara tinggi, kenyamanan, fleksibilitas modifikasi, serta kemampuan semi-offroad yang menjadi pembeda dibanding banyak kendaraan listrik lainnya.

Tren ini menunjukkan produsen otomotif China semakin menonjolkan efisiensi biaya energi sebagai salah satu daya tarik utama kendaraan listrik dan hybrid di pasar Indonesia.

Penulis :
Gerry Eka