
Pantau - Polda Kalimantan Selatan menggelar lomba Madihin dan Hadrah yang diikuti 274 peserta di Lapangan dr Murjani, Kota Banjarbaru, Minggu (21/6), sebagai upaya melestarikan seni budaya khas suku Banjar di tengah perkembangan zaman.
Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen Polri dalam menjaga dan memperkenalkan kearifan lokal kepada generasi muda.
"Lomba ini sebagai wujud komitmen nyata Polri dalam menjaga kearifan lokal dengan harapan seni budaya di Kalsel dicintai oleh generasi-generasi muda," ungkap Yudha.
Ia menilai seni tradisional saat ini menghadapi tantangan besar karena berpotensi tergerus oleh masuknya berbagai budaya luar yang semakin berkembang di kalangan anak muda.
Ratusan Peserta Meriahkan Perlombaan
Melalui perlombaan tersebut, Polda Kalsel berharap eksistensi Madihin dan Hadrah tetap terjaga serta mampu menarik minat generasi muda untuk ikut melestarikannya.
Tingginya antusiasme peserta dan masyarakat yang hadir membuat Kapolda membuka peluang agar festival seni budaya tersebut menjadi agenda rutin dengan cakupan yang lebih luas.
"Ada juga saudara-saudara kita dari Dayak yang hari ini hadir turut meramaikan. Insya Allah tahun depan akan kita lombakan juga seni budaya Dayak," ujarnya.
Kapolda juga mengungkapkan para pemenang lomba nantinya akan tampil dalam acara syukuran Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026.
Madihin dan Hadrah Jadi Warisan Budaya Banjar
Kasubbid Provos Polda Kalsel AKBP Zaenal Arifien selaku panitia pelaksana menjelaskan lomba Madihin diikuti 36 peserta yang tergabung dalam 13 tim perwakilan Polri dari jajaran Polres dan tujuh tim dari masyarakat umum.
Sementara itu, lomba Hadrah diikuti 238 peserta yang terdiri atas satu tim dari Polri dan 13 tim dari masyarakat umum.
Madihin merupakan seni sastra lisan khas Banjar yang dibawakan dengan iringan alat musik pukul bernama terbang sambil melantunkan syair berbahasa Banjar.
Adapun Hadrah merupakan kesenian musik bernuansa Islami yang menampilkan lantunan shalawat secara berkelompok dengan iringan rebana dan gerakan koreografi.
Polda Kalsel berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan seni tradisional daerah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





