HOME  ⁄  Nasional

Akses Keuangan Meningkat, Warga Perbatasan Bengkayang Kini Kian Dekat dengan Rupiah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Akses Keuangan Meningkat, Warga Perbatasan Bengkayang Kini Kian Dekat dengan Rupiah
Foto: (Sumber :Ilustrasi. Suasana PLBN Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalbar (ANTARA/Narwati).)

Pantau - Penguatan layanan keuangan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, menjadi langkah penting dalam menjaga kedaulatan rupiah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan nasional.

Di kawasan perbatasan tersebut, masyarakat selama bertahun-tahun hidup berdampingan dengan aktivitas ekonomi lintas negara yang membuat mata uang ringgit Malaysia cukup akrab digunakan dalam berbagai transaksi.

Kondisi itu terjadi karena kedekatan geografis dengan Sarawak, Malaysia, serta keterbatasan akses terhadap layanan keuangan Indonesia yang sebelumnya sulit dijangkau warga.

Guru Perbatasan Jadi Saksi Perubahan

Salah satu warga yang merasakan perubahan tersebut adalah Carsan atau Asep Dea, seorang guru SDN 08 Risau, Kecamatan Jagoi Babang, yang telah mengabdi di wilayah perbatasan sejak 2002.

Asep menyaksikan langsung bagaimana masyarakat perbatasan selama bertahun-tahun menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari akses komunikasi hingga layanan perbankan.

Di Jagoi Babang, sinyal operator Malaysia kerap lebih kuat dibandingkan jaringan domestik sehingga kehidupan masyarakat tidak terlepas dari pengaruh negara tetangga.

Tak sedikit warga yang rutin melintasi perbatasan menuju Pasar Serikin di Sarawak untuk menjual hasil bumi, membeli kebutuhan pokok, hingga melakukan transaksi ekonomi lainnya.

Keberadaan ringgit yang beredar berdampingan dengan rupiah menjadi gambaran nyata aktivitas ekonomi masyarakat perbatasan selama ini.

Layanan Keuangan Semakin Mendekat

Perkembangan infrastruktur dan layanan keuangan nasional kini mulai mengubah pola transaksi masyarakat di kawasan tapal batas tersebut.

Kemudahan akses layanan perbankan dan transaksi digital menjadi salah satu upaya memperkuat penggunaan rupiah dalam aktivitas ekonomi warga.

"Layanan ini sangat membantu masyarakat karena akses transaksi keuangan kini dapat dilakukan lebih dekat dari tempat tinggal mereka," demikian keterangan yang disampaikan dalam laporan tersebut.

Penguatan layanan keuangan di wilayah perbatasan diharapkan tidak hanya meningkatkan inklusi keuangan masyarakat, tetapi juga mempertegas kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan ekonomi dan penggunaan rupiah di kawasan strategis yang berbatasan langsung dengan negara lain.

Penulis :
Ahmad Yusuf