HOME  ⁄  Nasional

BNPB Sebut Kemarau Picu Karhutla dan Krisis Air Bersih di Kabupaten Klaten

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BNPB Sebut Kemarau Picu Karhutla dan Krisis Air Bersih di Kabupaten Klaten
Foto: (Sumber :Salah satu warga sedang mengisi jerigen di Embung Tirta Mulya Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (11/10/2023). ANTARA/Aris Wasita.)

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mulai menghadapi dampak ganda musim kemarau berupa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekurangan pasokan air bersih.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten bersama tim gabungan telah diterjunkan untuk menangani kedua kondisi tersebut pada akhir pekan lalu.

“Untuk peristiwa pertama, kebakaran melanda lahan seluas tiga hektare di Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan pada Sabtu (20/6) sore sekitar pukul 15.45 WIB, yang beruntung berhasil dipadamkan oleh tim gabungan,” kata Abdul Muhari.

Berdasarkan hasil kaji cepat di lapangan, kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah yang kemudian menjalar ke area rumput kering akibat embusan angin kencang.

Menyusul kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Klaten mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tidak membakar sampah secara terbuka selama musim kemarau.

Imbauan tersebut terutama ditujukan bagi warga yang berada di sekitar area rerumputan dan vegetasi kering yang mudah terbakar saat cuaca terik.

Langkah pencegahan dinilai penting untuk mengurangi risiko munculnya kebakaran lahan baru di tengah meningkatnya suhu dan minimnya curah hujan.

Tim gabungan juga terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi menjadi titik rawan kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Pada hari yang sama, BPBD Klaten juga melakukan intervensi darurat untuk mengatasi kekurangan air bersih di Kecamatan Kemalang.

Sebanyak 60.000 liter air bersih atau setara 12 truk tangki didistribusikan kepada warga yang terdampak penurunan debit sumber air.

Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas kesulitan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air domestik sehari-hari.

BNPB mengimbau seluruh pemerintah daerah di Jawa Tengah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September.

Upaya kesiapsiagaan tersebut mencakup pengelolaan cadangan air bersih, penguatan distribusi bantuan air, serta peningkatan pengawasan di wilayah yang rawan kebakaran lahan.

Penulis :
Ahmad Yusuf