
Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat penanganan empat kubangan yang terbentuk akibat gempa bumi di wilayah Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, karena berpotensi memicu banjir bandang yang mengancam masyarakat setempat.
Kepala BNPB Suharyanto menyatakan percepatan penanganan dilakukan untuk mengantisipasi potensi ancaman bencana lanjutan di kawasan tersebut.
Empat kubangan itu berada di kawasan pegunungan yang masuk dalam wilayah Taman Nasional Lore Lindu.
Menurut BNPB, keberadaan kubangan tersebut berisiko menyebabkan banjir bandang apabila tidak segera ditangani.
Ancaman banjir bandang berpotensi berdampak pada wilayah Kecamatan Nokilalaki dan sekitarnya.
Penanganan Dilakukan Tanpa Alat Berat
Lokasi kubangan yang berada di kawasan konservasi menyebabkan penggunaan alat berat sulit dilakukan dalam proses penanganan.
Suharyanto mengatakan, "Jadi alat berat yang susah masuk itu terkait dengan potensi ancaman bencana di atas gunung yang lokasinya masuk dalam kawasan di Taman Nasional Lore Lindu."
BNPB bersama pihak terkait telah menyepakati metode penanganan yang lebih ramah lingkungan untuk menghindari kerusakan kawasan konservasi.
Longsoran dan kubangan akan dijebol menggunakan pompa alkon.
Suharyanto menjelaskan, "Sudah ada kesepakatan bahwa longsoran di atas gunung itu akan dijebol menggunakan pompa alkon."
Karena berada di kawasan taman nasional, seluruh proses penanganan memerlukan izin khusus dari pihak berwenang.
Pemda Sigi Prioritaskan Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menyatakan seluruh proses penanganan akan dilakukan secara hati-hati.
Pemerintah daerah memastikan keselamatan masyarakat sekitar tetap menjadi prioritas selama proses penanganan berlangsung.
Penanganan juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan di kawasan Taman Nasional Lore Lindu.
Rizal mengatakan, "Untuk penanganan ini harus berhati-hati dan memang harus ada izin khusus sebab berada di kawasan Taman Nasional Lore Lindu."
Ribuan Rumah Rusak Akibat Gempa Magnitudo 6,7
Gempa bumi yang memicu kerusakan terjadi pada Selasa, 16 Juni 2026, pukul 10.27 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa tersebut berkekuatan magnitudo 6,7.
Gempa mengguncang wilayah Kabupaten Sigi serta dirasakan hingga Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Donggala, dan Kota Palu.
Berdasarkan data BPBD Sigi per 20 Juni 2026, jumlah rumah yang rusak akibat gempa mencapai 2.335 unit.
Sebanyak 1.955 rumah mengalami rusak ringan.
Sebanyak 226 rumah mengalami rusak sedang.
Sebanyak 154 rumah mengalami rusak berat.
Jumlah korban dan warga terdampak tercatat mencapai 8.586 jiwa yang berasal dari 2.775 kepala keluarga.
Korban luka berat tercatat sebanyak 17 orang.
Korban luka ringan mencapai 108 orang.
Sebanyak tiga warga dilaporkan meninggal dunia akibat bencana tersebut.
BNPB bersama pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah penanganan pascagempa untuk mengurangi risiko bencana lanjutan dan melindungi masyarakat terdampak.
Penanganan empat kubangan di Nokilalaki menjadi salah satu prioritas utama karena berpotensi menimbulkan ancaman banjir bandang apabila tidak segera diatasi.
- Penulis :
- Leon Weldrick





