HOME  ⁄  Nasional

BNPB Pastikan BPBD di Tiga Provinsi Distribusikan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BNPB Pastikan BPBD di Tiga Provinsi Distribusikan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau
Foto: (Sumber :Petugas BPBD Kabupaten Purbalingga mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di wilayah Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat (19/6/2026). ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Purbalingga.)

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan BPBD di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat mendistribusikan puluhan ribu liter air bersih untuk menanggulangi dampak kekeringan sejak awal Juni 2026.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan distribusi dilakukan secara intensif menggunakan truk tangki di wilayah terdampak.

“Merespons meluasnya persoalan air bersih akibat musim kemarau, armada tangki dari BPBD di tiap-tiap wilayah bergerak simultan guna memastikan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari warga dapat terpenuhi,” kata Abdul Muhari.

Di Jawa Barat, kekeringan melanda Kabupaten Bekasi, tepatnya di Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, serta Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah.

BPBD menyalurkan bantuan awal sebanyak 10.000 liter air bersih untuk warga terdampak di wilayah tersebut.

Di Nusa Tenggara Barat, kekeringan melanda kawasan pesisir Kabupaten Bima.

Petugas menyalurkan 10.000 liter air bersih untuk warga Desa Bajo, Kecamatan Soromandi.

Di Jawa Tengah, kekeringan terjadi di Kabupaten Banjarnegara dan membuat BPBD mengirim empat tangki air dengan total 20.000 liter ke Desa Serang, Kecamatan Bawang.

BNPB mengimbau masyarakat di wilayah terdampak mulai menerapkan penghematan air.

Warga juga diminta memprioritaskan pemanfaatan air secara bijak dan mengoptimalkan penampungan air hujan secara mandiri.

“Sedangkan kepada pemerintah daerah, BNPB meminta adanya langkah pencegahan jangka panjang melalui pembuatan embung atau waduk penampungan air berskala besar di titik-titik rawan sebagai cadangan pasokan air baku bagi warga,” kata Abdul Muhari.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi meluasnya kekeringan meteorologis selama musim kemarau.

Penulis :
Ahmad Yusuf