
Pantau - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyebut Presiden Prabowo Subianto sangat peduli terhadap kebutuhan dasar masyarakat, termasuk penyediaan rumah layak huni bagi warga kecil di berbagai daerah.
“Bapak Presiden sangat peduli dengan rakyat kecil termasuk urusan perumahan karena itu hal mendasar yang sangat diperlukan oleh masyarakat,” ungkap Tito di Jayapura, Papua, Senin.
Tito mengatakan terdapat sekitar 30 juta rumah tidak layak huni yang tersebar di seluruh Indonesia dan menjadi perhatian pemerintah untuk terus dikurangi secara bertahap.
BSPS Didorong Percepat Pemerataan Pembangunan
Menurut Tito, program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan.
Ia menjelaskan keterlibatan pihak swasta dalam pembangunan perumahan dengan dukungan fasilitas pemerintah juga dapat membantu menyelesaikan persoalan kebutuhan rumah layak huni.
Di Papua, sekitar 30 persen masyarakat masih tinggal di rumah tidak layak huni.
“Sehingga kami memberikan apresiasi kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KemenPKP) membatu masyarakat melalui program bedah rumah dan mendorong pihak swasta untuk membangun perumahan bagi masyarakat,” katanya.
Papua Masih Hadapi Tantangan Rumah Tidak Layak Huni
Tito menyebut masih terdapat sekitar 71.500 rumah tidak layak huni di Papua.
Persentase rumah tidak layak huni di Provinsi Papua mencapai 32,5 persen.
Sementara itu, di Papua Pegunungan, angkanya disebut hampir mencapai 80 persen.
Ia berharap program BSPS tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga membantu pemerintah daerah menekan angka kemiskinan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





