HOME  ⁄  Nasional

Jejak Perjuangan M.H. Thamrin Dihadirkan Kembali Saat Jakarta Bersiap Menyambut Usia 500 Tahun

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Jejak Perjuangan M.H. Thamrin Dihadirkan Kembali Saat Jakarta Bersiap Menyambut Usia 500 Tahun
Foto: Pertujukan kolosal dalam upacara peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta di Monas, Jakarta, Senin (22/6/2026), yang menampilkan tokoh Mohammad Husni Thamrin (sumber: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)

Pantau - Jakarta memperingati perjalanan 499 tahun menuju usia lima abad dengan menghadirkan kembali kisah perjuangan Mohammad Husni Thamrin melalui pertunjukan kolosal di Silang Selatan Monas pada 22 Juni 2026, sekaligus mengingatkan masyarakat akan peran tokoh Betawi tersebut dalam memperjuangkan keadilan melalui jalur diplomasi, birokrasi, dan pemerintahan.

Jakarta telah menempuh perjalanan panjang sejak era Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia, hingga menjadi Jakarta modern yang terus berkembang mengikuti zaman tanpa melupakan akar budaya dan sejarah para tokoh yang berjasa bagi masyarakat serta perkembangan kota.

Mohammad Husni Thamrin atau M.H. Thamrin, yang lahir pada 16 Februari 1894, dikenal sebagai politikus yang memperjuangkan kesejahteraan rakyat kecil dan menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dilakukan melalui strategi, negosiasi, pendidikan, serta jalur pemerintahan.

Perjuangan M.H. Thamrin dari Dalam Sistem

Pertunjukan kolosal yang digelar dalam rangka HUT ke-499 Jakarta mengambil latar tahun 1921 ketika Batavia mengalami krisis ekonomi di bawah pemerintahan Gubernur Dirk Fock yang menerapkan berbagai kebijakan yang dinilai merugikan rakyat.

Masyarakat Betawi yang tinggal di sekitar pusat kekuasaan menjadi kelompok yang paling terdampak akibat ketimpangan sosial yang membatasi ruang gerak dan mengabaikan kesejahteraan mereka.

Dalam kondisi tersebut, muncul kesadaran bahwa perjuangan tidak harus dilakukan dengan senjata, melainkan juga melalui birokrasi dan perlawanan dari dalam sistem pemerintahan.

M.H. Thamrin yang akrab disapa Mat Seni memilih memperjuangkan hak masyarakat melalui lembaga pemerintahan dengan fokus pada ketimpangan pembangunan antara kampung dan kota di Batavia.

Salah satu isu yang disorotnya adalah banjir yang kerap melanda kampung-kampung di Batavia.

Ia mengusulkan pembangunan bendungan di Sungai Ciliwung untuk mengurangi risiko banjir yang kemudian menarik perhatian Van der Zee dan dibawa ke sidang Gemeenteraad atau Dewan Kota.

Kanal Ciliwung hingga kini menjadi bagian dari jejak sejarah yang dikaitkan dengan visi M.H. Thamrin dalam mencari solusi terhadap persoalan banjir Jakarta.

Selain memperjuangkan perbaikan kampung melalui penambahan anggaran pembangunan, M.H. Thamrin juga mengusulkan biaya sewa yang lebih terjangkau bagi masyarakat kurang mampu.

Perjuangannya turut menyentuh nasib kaum buruh dengan menentang hukuman pidana bagi pekerja yang dianggap melanggar kontrak kerja.

Perjuangan tersebut mendapat perhatian hingga Amerika Serikat dan mendorong Pemerintah Belanda menghapus kebijakan hukuman tersebut.

Dengan tegas ia menyerukan, "Setop membuat aturan yang merugikan dan menyengsarakan rakyat."

Di bidang pendidikan, M.H. Thamrin memperjuangkan kesetaraan antara sekolah swasta milik masyarakat pribumi dan sekolah yang didirikan pemerintah kolonial Belanda.

Perhatiannya juga menjangkau sektor olahraga melalui sumbangan tanah dan dana untuk pembangunan stadion sepak bola bagi masyarakat pribumi yang kemudian menjadi markas Voetbal Indonesia Jakarta (VIJ), cikal bakal Persija Jakarta.

Jakarta Menuju Kota Global Berakar Budaya

Melalui kisah M.H. Thamrin, masyarakat diajak memahami bahwa perjuangan dapat dilakukan melalui kebijakan dan birokrasi demi kepentingan rakyat.

Semangat perjuangan tersebut disebut terus dilanjutkan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menjelang usia 500 tahun Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengarahkan pembangunan menuju kota global yang tetap berakar pada budaya lokal melalui pembangunan inklusif, transportasi terintegrasi, dan peningkatan kesejahteraan warga.

Di tengah tantangan eskalasi geopolitik global yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi dunia, Jakarta mencatat inflasi sebesar 2,45 persen sepanjang 2025, realisasi investasi Rp270 triliun pada triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi 5,59 persen, serta kontribusi terhadap perekonomian nasional sebesar 16,67 persen.

Jakarta juga menghadapi tantangan perubahan iklim dan ancaman kemarau ekstrem akibat fenomena El Nino yang berpotensi memengaruhi ketahanan pangan, ketersediaan air bersih, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemerintah menjalankan berbagai langkah mitigasi melalui penambahan ruang terbuka hijau, perluasan akses air bersih, pembangunan daerah resapan, pengendalian banjir, dan pengembangan urban farming.

Pramono Anung menegaskan agar persoalan sampah tidak diwariskan kepada generasi berikutnya.

Gerakan Pilah Sampah terus didorong mulai dari rumah tangga hingga lingkungan masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jakarta yang bersih dan sehat melalui kolaborasi pemerintah dan warga.

Di bidang pendidikan, program KJP Plus telah menjangkau 707.477 pelajar dan program KJMU diberikan kepada 15.825 mahasiswa.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menjalankan program pemutihan ijazah dan Padat Karya untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

Dalam bidang kesehatan, program Pasukan Putih memberikan layanan kesehatan langsung kepada warga yang sakit atau mengalami kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.

Pada sektor transportasi, layanan publik terus diperluas hingga kawasan Jabodetabek dan pemerintah menyediakan transportasi gratis bagi 15 golongan masyarakat.

Sejumlah proyek strategis yang dipersiapkan untuk masa depan Jakarta meliputi pengoperasian LRT fase 1B rute Velodrome–Manggarai, pembangunan MRT fase 2A, pembangunan Jembatan Cincin Donat atau pedestrian deck di Dukuh Atas, serta penataan kawasan Kota Tua, Blok M, Pasar Baru, Glodok, dan Pecinan.

Kawasan-kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan ruang interaksi masyarakat.

Pramono Anung mengajak warga untuk tetap optimistis terhadap masa depan Jakarta karena sejarah menunjukkan kota ini selalu mampu bangkit tanpa meninggalkan warganya.

Peringatan HUT ke-499 Jakarta dijadikan momentum memperkuat kolaborasi, menjaga persatuan, dan menumbuhkan optimisme menuju usia 500 tahun sebagai kota yang mendunia.

Pramono Anung menutup peringatan tersebut dengan pantun, “Pergi ke Monas untuk berwisata, Sambil nonton lenong dengan gembira, Selamat ulang tahun Jakarta tercinta, Semoga makin mendunia dan sejahtera, Naik Delman ke Tanah Abang, Singgah sebentar beli dodol durian, Jakarta kita bikin maju dan gemilang, warganya rukun, kotanya makin nyaman.”

Penulis :
Arian Mesa