HOME  ⁄  Nasional

Penyintas Banjir di Aceh Mengapresiasi Percepatan Pembangunan Hunian Tetap

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Penyintas Banjir di Aceh Mengapresiasi Percepatan Pembangunan Hunian Tetap
Foto: (Sumber :Warga penyintas banjir berswa foto di rumah hunian tetap (huntap) in situ yang sedang dalam pembangunan di Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, Senin (22/6/2026). ANTARA/HO-BNPB..)

Pantau - BNPB menyebut penyintas banjir dan tanah longsor di Aceh mengapresiasi percepatan pembangunan hunian tetap in situ yang dilakukan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal layak bagi warga terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan percepatan pembangunan huntap juga dibarengi penyaluran bantuan logistik sembako di sejumlah lokasi.

"Selain meninjau progres kemajuan konstruksi rumah di lapangan, Kepala BNPB juga menyerahkan bantuan sembako untuk memenuhi pemenuhan kebutuhan dasar warga di titik lokasi Kualasimpang dan Peureulak Barat," ungkap Abdul.

Ribuan Huntap Diusulkan di Tiga Provinsi

BNPB mencatat telah menerima usulan pembangunan sekitar 15.000 unit huntap in situ dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dari jumlah tersebut, sekitar 800 hingga 900 unit rumah sedang dibangun secara serentak.

Hampir 400 unit di antaranya telah selesai dibangun dan siap ditempati warga penerima manfaat.

Warga Aceh Merasa Terbantu

Salah satu penerima bantuan, Nurbayti, warga Desa Sriwijaya, Aceh Tamiang, mengaku terbantu setelah rumahnya yang rusak berat dibangun kembali secara permanen.

Ia sebelumnya hampir tiga bulan tinggal di hunian sementara bersama keluarga sebelum dapat segera menempati rumah baru.

Penyintas asal Peureulak Barat, Muhammad Fuad, juga menilai pembangunan huntap berjalan efektif dan memberi harapan baru bagi keluarganya.

"Alhamdulillah bangunan ini jauh lebih bagus dan nyaman. Sebelum hunian sementara jadi, saya sempat menumpang di rumah mertua. Kehadiran huntap ini menjadi harapan baru bagi keluarga kami untuk kembali menjalani kehidupan secara normal," kata Fuad.

Penulis :
Aditya Yohan