
Pantau - Polri meluncurkan program Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh yang memungkinkan para buruh di seluruh Indonesia mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan di seluruh rumah sakit milik Polri sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyampaikan program tersebut saat menghadiri puncak bakti kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).
"Kami memberikan kartu untuk buruh dengan nama Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh untuk buruh bisa melaksanakan kegiatan pengecekan kesehatan di seluruh layanan Rumah Sakit Polri yang ada di Indonesia," ungkapnya.
Kapolri menjelaskan program tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya kalangan buruh.
Menkes Apresiasi Program untuk Buruh
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi peluncuran Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh dan meminta para pekerja memanfaatkan fasilitas tersebut secara maksimal.
Ia mengingatkan bahwa stroke, penyakit jantung, kanker, dan gangguan ginjal masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
"Tekanan darah harus di bawah 120/80. Kalau lebih, jangan anggap enteng merasa sehat karena nanti kena strok, lalu meninggal. Jadi kalau lebih baik, datang ke Puskesmas atau ke Rumah Sakit Polri, sekarang sudah bisa untuk dapat obat gratis," ujarnya.
Menurut Menkes, pemeriksaan rutin tekanan darah, gula darah, dan kolesterol menjadi langkah penting untuk mencegah berbagai penyakit kronis tersebut.
Bakti Kesehatan Jangkau Ratusan Ribu Masyarakat
Program Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh menjadi bagian dari rangkaian bakti kesehatan Polri yang berlangsung sejak 1 Juni hingga 1 Juli 2026 di seluruh Indonesia.
Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 5.354 tenaga kesehatan yang memberikan berbagai layanan kepada masyarakat.
Hingga saat ini, Polri telah menyalurkan 664.975 layanan kesehatan yang mencakup pemeriksaan kesehatan gratis, pengobatan umum, pemeriksaan gigi, operasi katarak, operasi bibir sumbing, donor darah, khitan massal, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan stunting, pelayanan kesehatan ibu dan anak, hingga pemberian alat bantu disabilitas.
Melalui program tersebut, Polri berharap akses layanan kesehatan masyarakat, termasuk kalangan buruh, semakin luas dan mudah dijangkau.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





