
Pantau - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam mencatat sebanyak 16 jamaah haji asal embarkasi tersebut wafat di Tanah Suci hingga pertengahan Juni 2026.
Jamaah yang meninggal berasal dari empat provinsi yang dilayani Embarkasi Batam, yakni Riau, Kepulauan Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat.
Ketua PPIH Embarkasi Batam Muhammad Syafii mengatakan dari total 16 jamaah yang wafat, tujuh orang berasal dari Riau, enam orang dari Jambi, dua orang dari Kalimantan Barat, dan satu orang dari Kepulauan Riau.
"Dari data yang kami terima, jamaah yang wafat terdiri dari tujuh orang asal Riau, enam orang asal Jambi, dua orang asal Kalimantan Barat, dan satu orang asal Kepulauan Riau," kata Syafii.
Ia menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga jamaah yang meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji.
"Untuk keluarga jamaah haji yang wafat, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Insya Allah almarhum dan almarhumah husnul khatimah," ujarnya.
Menurut Syafii, mayoritas jamaah yang meninggal dunia disebabkan oleh shock kardiogenik atau kondisi yang umumnya dipicu serangan jantung.
“Untuk yang masih dirawat di rumah sakit ada tujuh orang," ucapnya.
Syafii menjelaskan proses pemulangan jamaah haji melalui Embarkasi Batam hingga saat ini berlangsung sesuai jadwal tanpa kendala berarti.
Sampai kepulangan Kloter 18, jumlah jamaah yang telah kembali ke Indonesia melalui Embarkasi Batam mencapai 7.869 orang.
Rinciannya terdiri atas 4.684 jamaah asal Riau, 1.853 jamaah asal Kalimantan Barat, 884 jamaah asal Kepulauan Riau, dan 448 jamaah asal Jambi.
"Alhamdulillah, proses pemulangan jamaah haji sampai saat ini berjalan lancar sesuai jadwal. Tidak ada kendala berarti maupun penundaan yang mengganggu jadwal kepulangan jamaah," ujar Syafii.
PPIH Embarkasi Batam pada musim haji tahun ini memberangkatkan sebanyak 10.845 jamaah yang tergabung dalam 25 kelompok terbang.
Syafii mengatakan proses pemulangan jamaah akan berlangsung hingga kloter terakhir yang dijadwalkan tiba di Tanah Air pada 30 Juni 2026.
"Kalau dari hasil pemeriksaan kesehatan di bandara memang memerlukan perawatan lebih lanjut, maka jamaah akan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan," katanya.
"Kepada jamaah yang akan kembali ke Tanah Air, kami berharap tetap menjaga kesehatan dan tetap semangat beribadah di Masjid Nabawi hingga waktu kepulangan tiba," ungkapnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





