HOME  ⁄  Nasional

Forum Udara Warga Dorong Partisipasi Masyarakat Wujudkan Udara Bersih di Jakarta

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Forum Udara Warga Dorong Partisipasi Masyarakat Wujudkan Udara Bersih di Jakarta
Foto: (Sumber : Forum Udara Warga menggelar kegiatan yang bertajuk "Udara Kita, Suara Kita" di Tebet Eco Park, Jakarta Selatan. (ANTARA/HO-Forum Udara Warga).)

Pantau - Warga Jakarta yang tergabung dalam Forum Udara Warga mendorong partisipasi masyarakat untuk mewujudkan udara bersih melalui berbagai aksi komunitas yang melengkapi upaya pemerintah dalam mengendalikan polusi udara.

Forum tersebut menjadi wadah kolaborasi bagi warga untuk berbagi pengalaman dan praktik pengelolaan lingkungan sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam mengatasi pencemaran udara dari emisi kendaraan bermotor, industri, dan aktivitas rumah tangga.

Penggerak masyarakat sekaligus penyuluh kesehatan dari Kebayoran Lama Selatan, Ajie, mengatakan forum itu membuka ruang bagi warga untuk saling belajar dari pengalaman komunitas lain dalam menghadapi persoalan lingkungan.

“Harapannya, nanti semakin banyak anak muda yang ikut terlibat,” ungkapnya.

Salah satu kegiatan yang digelar adalah forum bertajuk “Udara Kita, Suara Kita” di Tebet Eco Park, Jakarta Selatan, pada Minggu (21/6), yang diinisiasi Katadata Green bersama Breathe Cities Jakarta.

Udara Bersih Didorong Menjadi Hak Kesehatan Warga

Dalam pertemuan tersebut, para peserta bersepakat menempatkan udara bersih sebagai hak kesehatan warga dan bukan sekadar isu lingkungan.

Forum diikuti penggerak komunitas dari berbagai wilayah seperti Penjaringan, Kebayoran Lama Selatan, Kebon Kosong, dan Semper Barat.

Mereka memaparkan berbagai program berbasis masyarakat, mulai dari pengelolaan bank sampah, kebun komunitas, transisi energi rumah tangga, hingga advokasi ruang terbuka hijau.

Kepala Subkelompok Pemantauan Kualitas Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Rahmawati menegaskan dukungan pemerintah terhadap berbagai inisiatif warga yang telah terbukti berjalan efektif.

“Apa yang komunitas lakukan ini bukan hanya melengkapi program pemerintah. Ini yang seharusnya menjadi fondasi kebijakan udara bersih kita ke depan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Forum Udara Warga juga meluncurkan kembali platform Jakarta Rendah Emisi (JRE) melalui situs jakartarendahemisi.id.

Platform tersebut dirancang sebagai ruang diskusi, pemantauan, dan kolaborasi antara warga, organisasi masyarakat sipil, dan pemerintah daerah dalam mendorong aksi nyata pengendalian polusi udara.

Bank Sampah dan Ruang Hijau Jadi Aksi Nyata Warga

Koordinator Negara Indonesia di Vital Strategies sekaligus perwakilan Breathe Cities Jakarta, Imelda Maidir, berharap dialog antarwarga dapat terus berlanjut melalui pemanfaatan platform JRE.

“Forum ini tidak boleh berhenti di sini. JRE adalah tempat kita melanjutkan percakapan ini setiap hari,” ujarnya.

Salah satu contoh aksi nyata dilakukan komunitas warga RW 004 Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, yang menghadapi paparan polusi dari kendaraan berat di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok dan pembakaran sampah terbuka.

Penggerak Bank Sampah Kenanga, Nur Fiyah, mengatakan warga berupaya mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar memilah sampah menjadi gerakan menjaga ruang hidup yang lebih sehat.

“Kami tidak hanya ingin sampah tidak dibakar. Kami ingin warga sadar kalau kita berdaya mengurangi sumber polusi, dan itu juga memberi manfaat bagi warga sendiri,” ungkapnya.

Sejak dirintis pada 2017, Bank Sampah Kenanga telah memiliki lebih dari 600 nasabah aktif.

Hasil tabungan sampah dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan, persalinan, hingga modal usaha masyarakat.

Bersama pemerintah setempat, warga juga berhasil mengubah bekas lahan parkir kontainer menjadi taman hijau dan tengah membangun waduk penunjang lingkungan.

“Kami mau anak-anak kami punya tempat bermain yang layak dan udara yang bisa dihirup dengan tenang,” kata Nur.

Penulis :
Ahmad Yusuf