
Pantau - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menargetkan pembangunan tujuh Sekolah Rakyat mulai 2026 guna memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, terutama kelompok kurang mampu, dengan dukungan penuh anggaran dari APBN.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura mengatakan enam Sekolah Rakyat akan dibangun di enam kabupaten dan kota di Kepri, sementara satu sekolah lainnya direncanakan berdiri di kawasan Dompak, Kota Tanjungpinang.
"Enam Sekolah Rakyat akan tersebar di enam kabupaten/kota se-Kepri. Satu diantaranya akan dibangun di kawasan Dompak, Kota Tanjungpinang, dengan luas lahan sekitar sepuluh hektare," ungkap Nyanyang.
Ia menjelaskan Pemprov Kepri telah melakukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan kesiapan lahan dan kelengkapan administrasi pembangunan sekolah tersebut.
Menurutnya, Kota Batam tidak masuk dalam skema pembangunan karena memiliki mekanisme yang berbeda.
Hingga saat ini, survei lokasi pembangunan telah dilakukan di lima daerah, sedangkan survei di Kabupaten Kepulauan Anambas dijadwalkan berlangsung pekan depan.
Nyanyang berharap tiga lokasi prioritas, yakni Tanjungpinang, Anambas, dan Natuna, dapat mulai dibangun pada tahun ini dengan proses lelang ditargetkan berlangsung pada Oktober 2026.
Nyanyang mengatakan Sekolah Rakyat akan mengusung konsep boarding school yang dilengkapi berbagai fasilitas pendidikan dan pengembangan karakter siswa.
Fasilitas tersebut meliputi sarana olahraga, tempat ibadah, lapangan sepak bola standar semi internasional, kolam renang, lapangan bulu tangkis, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Setiap Sekolah Rakyat akan dibangun menggunakan dana APBN dengan nilai anggaran mencapai Rp250 miliar per sekolah.
"Kita ingin seluruh kebutuhan belajar dan pengembangan siswa dapat terpenuhi dengan baik melalui Sekolah Rakyat ini," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Kepri Mahadi Rahman memastikan pihaknya siap mempercepat seluruh tahapan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
"Jika seluruh persyaratan lahan telah dinyatakan memenuhi syarat, kami akan bergerak cepat menyiapkan tahapan berikutnya agar pembangunan dapat segera direalisasikan," kata Mahadi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





