HOME  ⁄  Nasional

Basarnas Usulkan Tambahan Anggaran Rp95,23 Miliar untuk Tingkatkan INASAR ke Heavy Class Internasional

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Basarnas Usulkan Tambahan Anggaran Rp95,23 Miliar untuk Tingkatkan INASAR ke Heavy Class Internasional
Foto: Sekretaris Utama Basarnas Abdul Haris memberikan pemaparan rencana kerja anggara 2027 dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu 24/6/2026 (sumber: ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)

Pantau - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengusulkan tambahan anggaran prioritas sebesar Rp95,23 miliar untuk meningkatkan kapasitas tim Urban SAR Indonesia (INASAR) dari klasifikasi Medium Class menjadi Heavy Class sesuai standar International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG).

Usulan tersebut disampaikan Sekretaris Utama Basarnas Abdul Haris dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta sebagai bagian dari kebutuhan keselamatan yang dinilai mendesak menjelang asesmen internasional INSARAG pada 2028.

Haris mengatakan, "Peningkatan kapasitas fungsional menuju Heavy Class ini mutlak diperlukan agar peran aktif operasi SAR kemanusiaan Indonesia di tingkat internasional, seperti yang telah kita buktikan di Turki dan Myanmar, dapat terus diperkuat."

Peningkatan INASAR Menuju Standar Heavy Class

Saat ini tim INASAR masih berada pada klasifikasi Medium Class yang diberikan oleh INSARAG sebagai lembaga internasional yang mengoordinasikan standar tim pencarian dan pertolongan dunia.

Basarnas menilai peningkatan status menjadi Heavy Class diperlukan untuk memenuhi standar internasional INSARAG sekaligus memperkuat kemampuan operasi SAR Indonesia dalam berbagai misi kemanusiaan global.

Langkah tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan peran Indonesia dalam operasi kemanusiaan internasional serta mempertahankan reputasi yang telah dibangun melalui keterlibatan dalam operasi SAR di Turki dan Myanmar.

Total Tambahan Anggaran Keselamatan Capai Rp409,33 Miliar

Selain usulan peningkatan kapasitas INASAR, Basarnas mengajukan tambahan pagu anggaran pada klaster keselamatan sebesar Rp409,33 miliar.

Dana tersebut akan digunakan untuk kesiapan alat utama, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kompetensi personel, serta pelaksanaan latihan dan simulasi.

Alokasi terbesar dalam usulan tersebut berada pada pemeliharaan sarana dan prasarana sistem komunikasi serta teknologi informasi senilai Rp213,57 miliar.

Basarnas juga mengusulkan Rp83,29 miliar untuk peningkatan kapasitas dan keahlian operasional SDM penolong.

Program latihan berkala terpadu fungsional mendapatkan alokasi Rp17,22 miliar untuk menjaga profesionalisme personel dan meningkatkan kesiapan menghadapi keadaan darurat.

Basarnas menilai sistem komunikasi dan teknologi informasi menjadi komponen penting dalam mendukung efektivitas operasi pencarian dan pertolongan di lapangan.

Anggaran Pegawai dan Dana Tanggap Awal Jadi Prioritas

Dalam rapat tersebut, Basarnas turut mengusulkan tambahan anggaran belanja pegawai sebesar Rp135,37 miliar.

Anggaran itu diperuntukkan bagi gaji dan tunjangan pegawai baru serta pembiayaan bagi 3.923 aparatur sipil negara yang akan bergabung.

Basarnas juga menyoroti belum adanya alokasi anggaran untuk tindak awal operasi SAR yang saat ini masih bernilai nol rupiah.

Haris mengatakan, "Terakhir, kami juga memprioritaskan penambahan dana pada sektor tindak awal operasi SAR yang saat ini posisinya masih nol rupiah, padahal sebagai badan operasional, institusi membutuhkan pergerakan anggaran yang cepat dan cukup saat bencana terjadi."

Menurut Basarnas, ketersediaan dana cepat tanggap sangat penting karena operasi SAR membutuhkan respons segera, sementara mobilisasi personel dan peralatan harus dilakukan dengan cepat ketika bencana terjadi sewaktu-waktu.

Penulis :
Leon Weldrick