HOME  ⁄  Nasional

Jusuf Kalla Sebut Ketahanan Iran Jadi Bukti Pentingnya Penguasaan Teknologi bagi Dunia Islam

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Jusuf Kalla Sebut Ketahanan Iran Jadi Bukti Pentingnya Penguasaan Teknologi bagi Dunia Islam
Foto: Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) saat menjadi pembicara kunci pada acara "International Seminar and the 15th Annual General Meeting" di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu 23/6/2026 (sumber: Tim Media JK)

Pantau - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menilai kemampuan Iran bertahan menghadapi tekanan Amerika Serikat dan Israel menjadi bukti pentingnya penguasaan teknologi bagi negara-negara Islam, saat menjadi pembicara kunci dalam International Seminar and the 15th Annual General Meeting di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan.

Menurut JK, kekuatan Iran tidak hanya berasal dari persenjataan, melainkan dari penguasaan teknologi yang dibangun secara konsisten selama bertahun-tahun.

"Iran mengejutkan dunia. Tidak ada yang menyangka mereka memiliki kemampuan teknologi yang mampu membuat negara itu bertahan menghadapi tekanan Amerika Serikat dan Israel," ungkapnya.

JK menegaskan bahwa teknologi dan semangat merupakan faktor utama yang menentukan kemampuan suatu negara menghadapi berbagai tantangan.

"Yang memenangkan adalah teknologi dan semangat. Oleh karena itu, jika negara-negara Islam ingin maju, maka harus menguasai teknologi. Agama dan ilmu pengetahuan harus berjalan seimbang," ujarnya.

Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Jadi Kunci Kemajuan

JK menekankan pentingnya keseimbangan antara nilai-nilai agama, penguasaan ilmu pengetahuan, dan pengembangan teknologi untuk mendorong kemajuan dunia Islam.

Menurutnya, kemajuan tidak dapat dicapai hanya dengan mengandalkan semangat keagamaan, tetapi juga harus ditopang oleh ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemampuan ekonomi yang kuat.

Sebagai contoh, JK menyinggung tradisi keilmuan Persia yang melahirkan tokoh-tokoh besar dunia Islam, termasuk Ibnu Sina dan sejumlah ilmuwan Muslim lainnya.

"Ilmu pengetahuan adalah budaya yang membuat suatu bangsa kuat. Tanpa teknologi dan ilmu pengetahuan, kemajuan tidak mungkin dicapai," katanya.

JK berharap perguruan tinggi Islam dapat menjadi motor pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus memperkuat nilai-nilai Islam moderat yang berkontribusi bagi perdamaian dunia.

Konflik Dunia Islam Masih Menjadi Tantangan

Dalam kesempatan tersebut, JK juga menyoroti masih banyaknya konflik yang terjadi di negara-negara Islam, mulai dari konflik Iran-Irak, Yaman, Sudan, Suriah, hingga ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan.

Menurut JK, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan dunia Islam dalam membangun perdamaian masih menghadapi tantangan besar.

"Bagaimana berbicara tentang kepemimpinan Islam untuk perdamaian jika banyak negara Islam masih berkonflik. Ini menjadi tantangan yang harus dijawab bersama," ungkapnya.

JK juga menyoroti minimnya dukungan negara-negara Islam terhadap Iran ketika menghadapi tekanan dari Amerika Serikat dan Israel.

Menurutnya, ketika Amerika menyerang Iran, hampir tidak ada negara Islam lain yang memberikan bantuan kepada Iran, yang menunjukkan kompleksitas hubungan politik di kawasan Timur Tengah.

Ia menegaskan bahwa untuk menjadi pemimpin dalam perdamaian, suatu negara harus maju secara ekonomi dan pembangunan, memperoleh penghormatan dari negara lain, bersikap netral, serta memiliki kemampuan memahami persoalan secara mendalam.

"Jika ingin menjadi pemimpin dalam perdamaian, maka negara harus maju, dihargai, netral, dan memiliki kemampuan memahami masalah secara mendalam," tegasnya.

Penulis :
Shila Glorya