HOME  ⁄  Nasional

Kemendikdasmen Salurkan Bantuan Laboratorium IPA ke 100 SMA untuk Perkuat Literasi Sains dan Pembelajaran Praktik

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kemendikdasmen Salurkan Bantuan Laboratorium IPA ke 100 SMA untuk Perkuat Literasi Sains dan Pembelajaran Praktik
Foto: Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq memberikan pesan kunci dalam kegiatan Bimbingan Teknis Bantuan Pemerintah Sarana Laboratorium IPA Jenjang SMA di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten pada Selasa 23/6/2026 (sumber: Humas Kemendikdasmen)

Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan bantuan sarana laboratorium IPA kepada 100 SMA terpilih sebagai upaya memperkuat budaya sains, keterampilan eksperimen, dan pembelajaran berbasis praktik di sekolah.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menegaskan bantuan laboratorium IPA tidak sekadar penyediaan fasilitas fisik, tetapi menjadi bagian dari pembangunan ekosistem pembelajaran yang mendorong peserta didik memahami, menguji, dan menggunakan pengetahuan secara kritis.

Ia mengungkapkan, “Sekolah tanpa laboratorium tidak punya makna pembelajaran. Dia hanya sekolah, hanya schooling, bukan learning. Bantuan ini sebenarnya upaya untuk memperkuat ekosistem pembelajaran anak-anak kita.”

Laboratorium Jadi Sarana Penguatan Literasi Sains

Menurut Fajar, laboratorium memiliki peran strategis dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan kontekstual bagi peserta didik.

Laboratorium juga dinilai sebagai ruang penting untuk menumbuhkan literasi sains di tengah derasnya arus informasi yang diterima peserta didik saat ini.

Literasi sains dipahami sebagai kemampuan menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk memahami berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar.

Fajar mengatakan, “Literasi sains itu dipahami ketika anak mampu menggunakan informasi atau pengetahuan yang dia miliki untuk melihat fenomena yang terjadi di lingkungannya. Bukan sekadar dia mengerti, tetapi dia tahu bagaimana menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk melihat fenomena yang berkembang tadi.”

Ia menilai kemampuan tersebut penting agar peserta didik tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu memahami dan menggunakannya secara tepat.

Praktikum Dukung Penerapan Deep Learning

Kemendikdasmen menyebut praktik laboratorium sejalan dengan pendekatan pembelajaran mendalam atau Deep Learning yang saat ini terus didorong di lingkungan pendidikan.

Melalui kegiatan praktikum, peserta didik tidak hanya mempelajari teori di kelas, tetapi juga menguji teori, membuktikan konsep ilmiah secara langsung, serta memahami hubungan antara teori dan praktik.

Fajar mengungkapkan, “Praktikum di laboratorium dan proses bekerja sains di laboratorium itu mencerminkan praktik pembelajaran mendalam. Ketika di kelas anak diberi teori, di laboratorium anak diminta untuk menguji teori.”

Kemendikdasmen mengajak seluruh sekolah penerima bantuan menjadikan laboratorium sebagai sarana pembentukan budaya ilmiah di lingkungan sekolah.

Laboratorium diharapkan menjadi ruang untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah, mendorong keberanian bertanya, serta melatih kemampuan mencari jawaban berdasarkan bukti.

Fajar mengatakan, “Yang harus kita bangun adalah budaya berpikir ilmiah. Murid kita tidak hanya menjadi konsumen teori atau konsumen informasi. Dia harus didorong untuk bisa mengalami pengetahuan itu. Jadi kata kuncinya, pengetahuan itu harus dialami, bukan hanya diketahui.”

Program bantuan laboratorium IPA tersebut menargetkan 100 SMA terpilih dengan fokus memperkuat literasi sains, mendukung pembelajaran berbasis praktik, mendorong penerapan Deep Learning, serta menumbuhkan budaya berpikir ilmiah agar peserta didik dapat mengalami proses memperoleh pengetahuan secara langsung.

Penulis :
Leon Weldrick